PALEMBANG — Kepala satuan kerja dan kepala balai Kementerian PKP di Sumatera Selatan menerima apresiasi atas percepatan penyerapan anggaran program kementerian. Realisasi rumah bersubsidi di provinsi ini tercatat hampir 94 persen. Capaian itu menjadi salah satu pertimbangan pusat menambah kuota.
Gubernur Herman Deru menyampaikan usulan penambahan langsung dalam forum tersebut. Ia meminta kuota rumah subsidi ditambah 3.000 unit dari sebelumnya 1.036 unit.
"Kami mengusulkan kepada Bapak Menteri, untuk rumah subsidi kuota bisa ditambah 3.000 unit dari 1.036 unit sebelumnya," kata Herman Deru.
Realisasi Hampir 94 Persen Jadi Pertimbangan Pusat
Menteri PKP Maruarar Sirait menilai kinerja jajaran Kementerian PKP di Sumsel layak diapresiasi. Percepatan penyerapan anggaran disebutnya sebagai dasar persetujuan tambahan kuota.
"Ini saya langsung setujui, saya percaya dengan Sumatera Selatan," kata Maruarar saat memimpin rapat.
Menurut Herman Deru, program Kementerian PKP menyentuh langsung masyarakat Sumsel. Pemerintah pusat juga telah menyederhanakan peraturan dan persyaratan untuk mendapatkan bantuan.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran daerah merespons regulasi baru dengan langkah konkret. Tujuannya mempermudah warga yang membutuhkan bantuan pemerintah.
"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang telah diberikan kepada kami, terutama bantuan atas program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," ujar Herman Deru.
Menteri Minta Program Disosialisasikan ke TNI/Polri hingga ASN
Maruarar meminta Pemprov Sumsel dan jajarannya menyosialisasikan program rumah layak huni. Ia meyakini masih banyak masyarakat Sumsel yang belum memiliki rumah.
"Saya yakin, TNI/Polri, ASN, PPPK, masih ada yang belum memiliki rumah," ujarnya.
Keberhasilan program, kata Maruarar, bergantung pada kerja sama Pemprov Sumsel dengan kepala satuan kerja dan kepala balai PKP. Komunikasi intensif antara kedua pihak dinilai membuat program lebih mudah diterima masyarakat.
Penataan Kawasan Lubuklinggau Diusulkan Masuk Program 2027
Dalam forum yang sama, Herman Deru memohon program penataan kawasan permukiman di Kota Lubuklinggau yang dikenal sebagai "Kampung Ceria" tetap berjalan. Ia menyebut persyaratan program itu sudah lengkap dan pernah dipaparkan. Namun, Pemprov mendapat informasi program tersebut akan dialihkan ke provinsi lain.
Maruarar meminta klarifikasi karena tidak mengenal program resmi bernama "Kampung Ceria". Setelah dijelaskan bahwa istilah itu merupakan nama program penataan kawasan permukiman, pembahasan diarahkan untuk memastikan duduk persoalan dan tindak lanjutnya.
"Saya minta Dirjen terkait memasukkan Sumatera Selatan mendapatkan program penataan kawasan tahun 2027," demikian Maruarar Sirait.