Pencarian

Kabut Asap Palembang Capai Level Berbahaya, IQAir Sentuh Angka 1.010 di Musi 2

Rabu, 30 September 2026 • 07:03:31 WIB
Kabut Asap Palembang Capai Level Berbahaya, IQAir Sentuh Angka 1.010 di Musi 2
Kabut asap menyelimuti kawasan Musi 2 Palembang dengan indeks kualitas udara IQAir mencapai 1.010 pada Rabu (30/9/2026) pagi.

PALEMBANG — Pemantauan IQAir pada Rabu (30/9/2026) menunjukkan empat titik di Palembang berada di level berbahaya sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, Sukarami tercatat 533, Musi 2 Palembang 772, Demang 645, dan GP PLM 914.

Kondisi memburuk menjelang pagi. Pukul 04.00 WIB, angka Sukarami naik ke 832, Demang 922, Musi 2 Palembang sekitar 1.010, dan GP PLM 910.

Memasuki pukul 05.00 WIB, Sukarami tercatat 858, Musi 2 Palembang 1.010, Demang 965, dan GP PLM 910. Angka-angka ini berasal dari pemantauan aplikasi IQAir dan bisa berubah mengikuti pembaruan data tiap stasiun.

Data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup pada Selasa (29/9/2026) pukul 00.00 WIB juga menempatkan kualitas udara Palembang dalam kategori berbahaya. Kabut asap terlihat makin pekat di sejumlah kawasan, terutama saat warga memulai aktivitas pagi.

Warga Berasma Keluhkan Sesak Napas

Keluhan datang dari warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Seorang warga menyampaikan curahan lewat media sosial soal dampak asap yang dirasakannya.

"Ya Allah, sesak nian napas tiap ngirup udara yang penuh asap ini. Aku punya asma, air purifier pun tidak kuat menampung karena saking tebal asap Palembang ini. Dan dari pemerintah pun tidak ada tindakan apa pun," keluhnya.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta memperhatikan informasi kualitas udara dan memakai perlindungan yang sesuai.

Pemadam Kebakaran Terkendala Unit dan Selang

Gunawan Satria menyoroti keterbatasan sarana petugas pemadam kebakaran saat menangani kebakaran lahan yang luas. Menurutnya, jumlah unit kendaraan dan panjang selang jadi kendala ketika petugas harus menjangkau titik api yang jauh.

"Pemadam kebakaran Kota Palembang sangat kesulitan melakukan pemadaman lahan. Unit kurang, selang terkadang tidak sampai karena terbatas. Yang banyak malah personel," ujar Gunawan.

Ia menilai penambahan personel perlu diimbangi dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman yang memadai. "Lahan berhektare-hektare, selang tidak cukup. Perlu juga bantuan helikopter," katanya.

Gunawan meminta pemerintah mengecek langsung kesiapan unit dan peralatan pemadam kebakaran di lapangan.

Sekolah Diminta Waspadai Kegiatan Luar Ruangan

Memburuknya kualitas udara juga menjadi perhatian bagi kegiatan belajar mengajar. Sekolah yang masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) diharapkan mempertimbangkan kondisi udara sebelum melaksanakan kegiatan di luar ruangan.

Opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menjadi pertimbangan bila kondisi udara berada pada level membahayakan. Penerapannya tetap perlu mengikuti kebijakan dan arahan resmi pemerintah daerah maupun dinas pendidikan.

Penanganan sumber kebakaran hutan dan lahan serta pemantauan kualitas udara masih menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah dan instansi terkait di tengah kondisi udara Palembang yang memburuk.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks