MUSI RAWAS — Tim penilai yang terdiri dari Dewan Juri Lomba Desa Ber-PHBS Tingkat Provinsi Sumatera Selatan, TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, serta Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas beserta pengurus hadir langsung ke lokasi. Kunjungan ini juga dihadiri kepala OPD di lingkungan Pemkab Mura, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga kader kesehatan setempat.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, M Nasir, membacakan sambutan Bupati Mura Hj Ratna Machmud. Dalam sambutan itu ditegaskan bahwa faktor lingkungan dan perilaku masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap derajat kesehatan. Kondisi lingkungan yang tidak baik dan perilaku tidak sehat dinilai dapat menimbulkan berbagai penyakit serta menurunkan kualitas hidup masyarakat.
Mengapa Pembinaan PHBS Menjadi Prioritas
Pembinaan PHBS disebut sebagai salah satu upaya strategis untuk mendorong masyarakat mengupayakan kesehatan secara mandiri. Upaya ini tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga kelompok dan masyarakat luas.
Program PHBS rumah tangga mencakup 10 indikator utama. Indikator tersebut meliputi persalinan ditolong tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, penimbangan balita setiap bulan, penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur setiap hari, aktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan
Dalam pelaksanaannya, penerapan 10 indikator PHBS memerlukan kerja sama seluruh sektor. Peran aktif masyarakat dan pemerintah desa menjadi elemen penting yang tidak bisa dipisahkan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif. Penilaian di Desa Sumber Jaya ini sekaligus menjadi ajang evaluasi sejauh mana desa mampu menghidupkan perilaku bersih dan sehat di tengah aktivitas warga sehari-hari.
Setelah melalui proses penilaian, hasil lomba tingkat provinsi akan menentukan langkah selanjutnya bagi desa yang dinilai. Terlepas dari hasil akhir, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan untuk terus memperkuat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.