PALEMBANG — Di tengah kabut asap yang kian menebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkot Palembang mengerahkan jajaran Forkopimda untuk turun langsung ke jalan membagikan masker kepada pengendara. Titik pembagian difokuskan pada kawasan dengan kepadatan kendaraan tertinggi, yaitu Simpang Charitas, Simpang Lima DPRD Sumsel, dan Simpang Flyover Polda Sumsel.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin langsung pembagian 2.000 masker di Simpang Charitas. Sementara itu, Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin mengomandoi pembagian 2.000 masker di Simpang Lima DPRD Sumsel, dan Asisten III Ahmad Bastari Yusak membagikan 2.000 masker di Simpang Flyover Polda Sumsel.
Pembagian masker ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Komandan Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palembang Mohammad Nasir, serta Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan.
Selain di tiga titik utama, Pemkot juga mendistribusikan 500 masker masing-masing kepada Kejari Palembang, Kodim 0418, dan Polrestabes Palembang. Sebanyak 18 kecamatan di Kota Palembang juga menerima jatah 500 masker untuk diteruskan kepada warga di wilayahnya masing-masing.
Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah atas memburuknya kualitas udara di Palembang. Data ISPU yang dirilis pagi ini menunjukkan angka 195, masuk dalam kategori "Tidak Sehat". Kondisi ini memicu lonjakan signifikan kasus gangguan pernapasan di masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, sejak 1 hingga 21 Agustus 2026, tercatat 9.313 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Angka ini menjadi peringatan serius bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Ratu Dewa menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang untuk siaga penuh menghadapi dampak kabut asap. Warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan," imbau Ratu Dewa dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, balita, serta penderita asma, jantung, diabetes, dan TB paru. Warga dari kelompok ini diminta ekstra hati-hati dan disarankan segera ke rumah sakit jika kondisi darurat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kabut asap yang dipicu karhutla di sejumlah wilayah.