Karhutla Sumatera Selatan Capai 1.926 Hektare, BNPB Kerahkan 9 Helikopter dan 11.567 Personel

Penulis: Syahril Hamid  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:18:02 WIB
Helikopter water bombing diterjunkan BNPB untuk memadamkan karhutla seluas 1.926 hektare di Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Luas lahan terbakar akibat karhutla di Sumatera Selatan terus bertambah. Data BNPB per 22 Agustus 2026 mencatat area yang hangus mencapai 1.926 hektare, tersebar di sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Angka ini menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memperkuat operasi penanganan, baik lewat jalur udara maupun darat. BNPB memastikan armada dan personel tambahan telah ditempatkan di titik-titik rawan.

Operasi Udara: 9 Helikopter Patroli dan Water Bombing Diterjunkan

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar sembilan unit helikopter untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Armada tersebut terdiri atas helikopter patroli dan water bombing (WB).

"Perlu diketahui, luas lahan yang terbakar sampai tanggal 22 Agustus, kurang lebih ada 1.926 hektare," kata Djohan dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Sabtu, 22 Agustus 2026.

11.567 Personel Gabungan Dikerahkan ke Lapangan

Operasi pemadaman tidak hanya mengandalkan kekuatan udara. BNPB mencatat ada sekitar 11.567 personel yang diterjunkan ke lapangan.

Mereka berasal dari TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, pihak swasta, serta unsur terkait lainnya. Pasukan gabungan ini bertugas memadamkan api di permukaan dan mencegah meluasnya titik api.

Dukungan Peralatan untuk Satuan Darat

Untuk memastikan efektivitas kerja di lapangan, BNPB memberikan dukungan berupa peralatan pemadaman bagi satuan darat. Bantuan tersebut meliputi kendaraan operasional, peralatan pemadam, flexible tank, alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan personel.

Penambahan peralatan ini diharapkan mempercepat proses pemadaman di wilayah yang sulit dijangkau oleh armada udara. Langkah ini juga menjadi antisipasi terhadap potensi bertambahnya luas lahan terbakar jika cuaca panas berkepanjangan.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: nasional.tvrinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top