Kabut Asap Karhutla Mulai Selimuti 5 Daerah di Sumsel, ISPU Tertinggi Capai 180 di PALI

Penulis: Fauzan Akbar  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:07:01 WIB
Kabut asap tipis menyelimuti lima daerah di Sumatera Selatan dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tertinggi mencapai 180 di Kabupaten PALI.

PALEMBANG — Kabut asap tipis mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan seiring meningkatnya titik panas akibat karhutla. Berdasarkan pemantauan DLHP Sumsel, lima daerah kini berada pada level ISPU kategori peringatan, dengan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat angka tertinggi mencapai 180.

Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas kategori berbahaya, namun cukup untuk memicu kekhawatiran bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan penderita gangguan pernapasan. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel, Idrus Salam, menyebut kondisi ini perlu diwaspadai meski belum terlalu parah.

“Kalau berdasarkan data yang ada, itu sudah memasuki warning. Tapi memang belum sampai terlalu parah,” kata Idrus Salam, Jumat (21/8).

Lahan 115 Hektare di Muba Hangus Dilalap Api

Karhutla yang memicu penurunan kualitas udara ini salah satunya terjadi di Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin. Tim Manggala Agni mencatat lahan seluas sekitar 115 hektare telah terbakar di lokasi tersebut dan penanganan masih terus diintensifkan untuk mencegah api merambat ke area lain.

DLHP Sumsel terus memantau perkembangan titik panas dan kualitas udara secara berkala. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dini jika kondisi memburuk dalam beberapa hari ke depan, terutama jika kemarau berkepanjangan membuat api sulit dipadamkan.

Pembatasan Aktivitas Baru Diterapkan Jika ISPU Tembus 301

Meski lima daerah sudah masuk kategori peringatan, pemerintah memastikan belum ada kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat secara besar-besaran. Kebijakan meliburkan sekolah maupun pekerja baru akan dipertimbangkan jika nilai ISPU mencapai kategori berbahaya, yaitu 301 atau lebih.

“Pembatasan aktivitas baru akan menjadi pertimbangan jika nilai ISPU sudah memasuki kategori berbahaya, yaitu mencapai 301 atau lebih,” ungkapnya.

Imbauan untuk Penderita Asma dan Kelompok Rentan

Masyarakat, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi aktivitas di ruang terbuka apabila kabut asap mulai memekat. Imbauan ini disampaikan menyusul potensi gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat paparan partikel halus dari asap karhutla.

“Untuk masyarakat yang sudah ada penyakit asma, itu lebih baik menghindari aktivitas di luar rumah agar nanti tidak mengakibatkan kesehatan terganggu,” ujar Idrus.

Warga yang memiliki gangguan saluran pernapasan juga diminta lebih waspada dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti sesak napas atau iritasi mata. Penggunaan masker saat berada di luar rumah disarankan sebagai langkah perlindungan awal.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top