Karhutla Sumsel Tembus 1.926 Hektare, 449 Titik Hotspot Tersebar di 5 Kabupaten hingga Agustus 2026

Penulis: Syahril Hamid  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:10:02 WIB
Luas lahan yang terbakar di Sumatera Selatan mencapai 1.926,2 hektare dengan 449 titik panas tersebar di lima kabupaten hingga 20 Agustus 2026.

PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat luas lahan gambut dan mineral yang terbakar di wilayahnya mencapai 1.926,2 hektare sepanjang 1 Januari hingga 20 Agustus 2026. Angka ini masih dianggap relatif rendah jika dibandingkan dengan lima provinsi lain yang menjadi prioritas nasional dalam penanganan karhutla.

Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan, meski secara umum kondisi masih kondusif, tren peningkatan kasus kebakaran sangat terasa pada bulan ini. "Karhutla di Sumsel sampai sekarang cukup kondusif, meskipun ada kenaikan yang sangat signifikan di Agustus ini," ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Sebaran 449 Hotspot: OKI Paling Banyak, Disusul Muba dan Muara Enim

Berdasarkan hasil patroli udara dan pemantauan tim di lapangan hingga 21 Agustus, BPBD Sumsel mendeteksi 449 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, mencapai 133 titik.

Disusul Kabupaten Musi Banyuasin dan Muara Enim yang masing-masing mencatatkan 68 titik panas. Selanjutnya Kabupaten Banyuasin dengan 33 titik dan Ogan Ilir sebanyak 30 titik.

Luas Lahan Terbakar Bertambah 174 Hektare dalam Sepekan Terakhir

Data BPBD Sumsel menunjukkan, luas lahan terbakar bertambah 174,42 hektare hingga 20 Agustus. Dari luasan tersebut, Satgas Darat berhasil menangani sekitar 6,73 hektare, sementara operasi water bombing melakukan penjatuhan air pada sekitar 17 hektare lahan.

Untuk mendukung percepatan penanganan, Subsatgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang menyiagakan satu unit pesawat Cessna untuk patroli, satu unit helikopter patroli Airbus AS 365 N2 dengan registrasi PK-RTY, serta empat unit helikopter water bombing.

El Nino Diprediksi Bertahan Hingga Akhir Tahun, Hujan Baru Turun Oktober

Kondisi cuaca kering menjadi faktor utama yang memperbesar risiko kebakaran. Iqbal menyebut sejumlah wilayah di Sumsel telah mengalami hari tanpa hujan selama 30 hingga 40 hari.

"Menurut BMKG, El Nino di Sumsel bisa berlangsung sampai akhir tahun. Potensi hujan diperkirakan akan ada di Oktober," katanya. Hal ini membuat potensi kebakaran masih akan mengancam dalam beberapa pekan ke depan.

Larangan Membakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Menghadapi situasi ini, BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta tidak membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar.

"Untuk itu masyarakat diingatkan untuk tidak membakar lahan atau kebun untuk membuka perkebunan, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan lainnya," tegas Iqbal. Imbauan ini terutama ditujukan bagi warga yang tinggal di dekat area vegetasi kering yang mudah terbakar.

BPBD Sumsel bersama seluruh unsur Satgas Karhutla akan terus melakukan patroli, pemantauan, serta pemadaman untuk mencegah meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top