PALEMBANG - Memilih transportasi yang tepat dari dan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) dapat membuat perjalanan ke atau dari Palembang menjadi lebih efisien.
Bandara berkode IATA PLM dan ICAO WIPP ini berlokasi di Talangbetutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Jalan Gubernur Asnawi Mangku Alam, Palembang 30155, dan dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia.
SMB II memiliki keunggulan akses transportasi yang beragam, salah satunya karena terhubung dengan jaringan LRT Sumatera Selatan.
Stasiun LRT berada di kawasan bandara dan menghubungkan penumpang menuju koridor Jakabaring. Berdasarkan laporan Kementerian Perhubungan 2024, tarif LRT dari dan menuju bandara tercatat Rp5.000 — pilihan hemat bagi wisatawan maupun pekerja yang tidak dijemput kendaraan pribadi.
Taksi resmi cocok bagi penumpang dengan koper besar atau bepergian bersama keluarga. Sementara transportasi daring perlu memperhatikan titik penjemputan yang sudah ditentukan pihak bandara agar proses lebih lancar.
Opsi ini paling sesuai bagi penumpang yang membawa banyak bagasi, bepergian dengan lansia atau anak-anak, atau memiliki tujuan di luar pusat kota.
Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara, gedung terminal domestik dan internasional masing-masing seluas 32.786 m². Sejumlah fasilitas resmi yang tercatat meliputi:
Untuk tarif dan ketentuan parkir inap, sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola karena dapat berubah sewaktu-waktu.
Bandara SMB II berstatus internasional dan kembali melayani rute reguler Palembang-Kuala Lumpur melalui AirAsia sejak Juni 2025. Penumpang rute ini perlu menyiapkan paspor dan dokumen perjalanan lebih awal karena ada proses tambahan dibanding penerbangan domestik.
Rp5.000 menuju koridor Jakabaring berdasarkan data Kemenhub 2024.
Ada, namun tarif dan ketentuannya sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola bandara.
Sejak Juni 2025 melalui maskapai AirAsia.
Dengan mengetahui pilihan transportasi dan fasilitas yang tersedia, penumpang dapat merencanakan perjalanan dari dan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan lebih efisien.