SUMATERA SELATAN — Kane pindah dari Tottenham Hotspur ke Bayern Munich pada 2023 dengan torehan 213 gol di kasta tertinggi Inggris. Ia hanya berjarak 47 gol lagi untuk menyamai rekor legendaris Alan Shearer yang mencapai 260 gol, namun gairah untuk mengejar angka tersebut kini mulai luntur.
Pernyataan tersebut disampaikan Kane usai menerima penghargaan Sepatu Emas sebagai top skor Bundesliga, Rabu lalu. Kapten Timnas Inggris itu menegaskan bahwa hidupnya di Munich, baik secara profesional maupun personal, berada dalam kondisi terbaik.
"Saat pertama kali pergi, tentu saya sempat berpikir akan kembali ke Inggris. Namun, rasa gatal itu sudah tidak sebesar dulu lagi," ujar Kane kepada media Jerman, Jumat (16/5/2025).
"Saya sangat bahagia di Munich. Kepindahan ini membuka mata saya terhadap dunia sepak bola yang berbeda di luar Inggris dan membuat saya lebih menghargai sepak bola Eropa," tambahnya.
Pemain berusia 31 tahun itu juga menyebut kebersamaan tim dan sosok pelatih Vincent Kompany sebagai faktor utama kenyamanannya. "Keluarga saya juga sudah betah di sini. Tidak ada kata tidak selamanya, tapi untuk saat ini saya fokus ke Bayern Munich," tegasnya.
Kane mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan musim lalu, mengantarkan Bayern meraih double winner. Ia menilai performa tersebut adalah puncak kariernya, dan ia berutang banyak pada gaya bermain yang diterapkan mantan bek Manchester City itu.
"Saya rasa ini adalah versi terbaik dari diri saya. Musim lalu berbicara sendiri, itu musim terbaik dalam karier saya," ucap Kane.
"Sejak pelatih baru datang, permainan saya naik ke level lain. Ia memberi kebebasan untuk turun menjemput bola atau tiba-tiba masuk ke kotak penalti. Pola seperti ini sebenarnya sudah saya rasakan sejak era Jose Mourinho di Tottenham, dengan hubungan apik bersama Son Heung-min," pungkasnya.
Kane kini memasuki 12 bulan terakhir dari kontrak empat tahun yang diteken saat kepindahannya senilai 86,4 juta pound sterling. Bayern dikabarkan akan segera memulai negosiasi perpanjangan kontrak untuk mengunci masa depan sang penyerang.
Dengan total 98 gol liga dalam tiga musim di Jerman, Kane membuktikan diri sebagai salah satu mesin gol paling produktif di Eropa. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin ia akan mengakhiri kariernya di Bavaria tanpa pernah kembali merumput di Inggris.