SUMATERA SELATAN — Google resmi meluncurkan versi pertama dari alur sideloading "lanjutan" untuk sistem operasi Android. Fitur ini menargetkan pengguna yang gemar memasang aplikasi dari sumber tidak resmi, dengan menambahkan masa tunggu satu kali selama 24 jam sebelum aplikasi dari pengembang tak terverifikasi bisa diinstal.
Mekanisme ini merupakan bagian dari program verifikasi developer yang diumumkan Google sejak Maret lalu. Pengguna yang mengaktifkan opsi ini akan melihat peringatan berlapis sebelum proses instalasi dimulai, sebuah langkah yang disengaja untuk memperlambat keputusan impulsif yang berisiko keamanan.
Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna harus masuk ke menu Developer options dan mengaktifkan opsi "Allow apps from unverified developers". Setelah itu, sistem akan menampilkan serangkaian peringatan sebelum pengguna bisa memulai periode tunggu 24 jam yang hanya berlaku satu kali.
Masa tunggu dianggap selesai setelah pengguna kembali membuka halaman pengaturan yang sama. Menariknya, opsi ini bisa diaktifkan sementara selama tujuh hari atau permanen tanpa batas waktu. Pengaturan developer options juga bisa dimatikan setelah alur lanjutan diaktifkan, tanpa mengganggu proses yang sedang berjalan.
Program verifikasi developer yang menjadi dasar fitur ini akan mulai berjalan pada 30 September 2025. Wilayah yang terdampak gelombang pertama adalah Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand. Google berencana memperluas kebijakan ini ke seluruh dunia pada tahun 2026.
Aplikasi bernama "Android Developer Verifier" yang diumumkan pada Maret lalu menjadi tulang punggung sistem ini. Meski begitu, peluncurannya dilakukan bertahap dan belum tersedia merata di semua perangkat. Proses instalasi melalui ADB (Android Debug Bridge) tidak terpengaruh oleh kebijakan baru ini, sehingga pengembang aplikasi tetap bisa menguji karya mereka tanpa hambatan.
Bagi pengguna di Indonesia, kebijakan ini menjadi angin segar di tengah maraknya aplikasi palsu yang beredar di luar Play Store. Masa tunggu 24 jam memberi waktu bagi pengguna untuk mempertimbangkan ulang sebelum memasang aplikasi dari sumber yang belum jelas reputasinya.
Namun, pengguna yang sering berpindah-pindah aplikasi dari berbagai sumber mungkin merasa alur ini sedikit merepotkan. Google menilai pengorbanan kecil ini sepadan dengan perlindungan ekstra terhadap malware dan aplikasi yang menyalahgunakan izin perangkat.
Fitur ini menjadi bagian dari perubahan besar Android dalam beberapa bulan terakhir. Selain sideloading, Google juga tengah mempersiapkan penutupan Google Assistant di Android dan Wear OS pada September, serta memperbaiki sistem pencarian toko aplikasi alternatif setelah mendapat tekanan dari regulator.