SUMATERA SELATAN — Prototipe Ferrari Purosangue hybrid tertangkap kamera sedang melakukan pengujian di jalan umum, meninggalkan kantor pusat Ferrari di Maranello. Unit yang masih tertutup kamuflase tebal ini menjadi bukti bahwa pabrikan berlogo kuda jingkrak tidak hanya serius menggarap SUV performa tinggi, tapi juga mulai menyiapkan transisi elektrifikasi untuk model tersebut. Pengujian ini bukan sekadar uji coba biasa — ini adalah langkah konkret menuju Purosangue hybrid yang selama ini hanya menjadi spekulasi.
Dari foto yang beredar, bagian depan dan belakang prototipe ini ditutup lapisan pelindung khas pabrikan Italia itu. Yang menarik, ada elemen desain yang sengaja disembunyikan — kemungkinan besar untuk menutupi perubahan pada intake udara atau area sekitar roda yang akan menjadi rumah bagi komponen elektrik. Suara knalpot yang terdengar dari video amatir juga berbeda dari Purosangue standar; lebih halus di putaran bawah, tapi tetap garang saat digeber.
Ferrari belum mengumumkan tanggal rilis resmi. Namun, pengujian di jalan publik biasanya menandakan varian baru sudah masuk tahap final development. Jika mengikuti pola peluncuran Ferrari belakangan ini, kemungkinan besar Purosangue hybrid akan diperkenalkan antara akhir 2026 hingga awal 2027.
Purosangue standar menggendong mesin V12 6.5 liter naturally-aspirated yang menghasilkan 715 hp dan torsi 716 Nm. Untuk versi hybrid, Ferrari diperkirakan akan mempertahankan jantung V12 tersebut dan menambahkan motor listrik di antara mesin dan transmisi — sistem yang mirip dengan pendekatan yang dipakai pada SF90 Stradale, tapi dengan penyesuaian untuk karakter SUV.
Kombinasi ini bisa menghasilkan total tenaga di atas 800 hp. Angka itu akan menempatkan Purosangue hybrid di puncak kelasnya, bersaing dengan Lamborghini Urus SE yang sudah lebih dulu mengadopsi plug-in hybrid. Urus SE sendiri menghasilkan 789 hp — jadi Ferrari kemungkinan besar ingin melewati angka itu untuk menjaga supremasi di segmen SUV super.
Beberapa catatan penting sebelum Anda mulai menghitung dana:
Purosangue hybrid bukan sekadar soal performa. Ini tentang bagaimana Ferrari menjawab regulasi emisi yang semakin ketat di Eropa, yang pada akhirnya akan mempengaruhi varian apa yang masuk ke Indonesia. Pajak kendaraan hybrid di Indonesia juga lebih rendah dibandingkan mobil konvensional — Purosangue hybrid berpotensi punya harga on-the-road yang sedikit lebih ramah dibandingkan versi V12 murni, meski tetap di luar jangkauan mayoritas orang.
Pengujian ini juga menegaskan bahwa Ferrari tidak akan meninggalkan mesin besar. Mereka justru memeluk elektrifikasi sebagai cara mempertahankan V12 — sesuatu yang sudah lama dinanti para penggemar setia yang tak ingin melihat mesin ikonik itu pensiun.