PALEMBANG — Prosesi pengibaran bendera pada Upacara HUT Ke-81 RI di Sumatera Selatan berjalan khidmat. Momen paling dinanti publik adalah saat Sang Merah Putih membentang sempurna di tiang, yang menjadi tugas Muhammad Prince Farid Al Qodri.
Prince, sapaan akrabnya, adalah putra dari pasangan AKP Dr. Syaparuddin Akso, S.H., M.Si. dan Ns. Lestari Bagawanti, S.Kep., MARS. Ia mewakili SMA Negeri 3 Palembang dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumsel tahun ini.
Sebelum pengibaran, barisan Paskibraka bergerak memasuki halaman utama Griya Agung. Rangkaian tugas dimulai dari pembawa baki, Anastasya Shafina Sastradiredja dari SMA IT Harapan Mulia.
Anastasya berjalan menuju mimbar untuk menerima duplikat Bendera Pusaka dari Gubernur Herman Deru. Setelah menerima bendera, ia menyerahkannya kepada Muhammad Frisky Fadly dari MAN 1 Lahat.
Frisky kemudian menyerahkan bendera kepada Prince yang telah bersiap di bawah tiang. Setelah bendera terpasang pada tali, Prince mengambil posisi dan membentangkan Sang Merah Putih mengikuti lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Keikutsertaan Prince dalam Paskibraka bukanlah pengalaman pertamanya di ajang bergengsi. Sebelumnya, ia tercatat sebagai salah satu atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XV di Muba pada tahun 2025.
Pengalaman sebagai atlet ini dinilai turut membentuk mental dan kedisiplinannya. Kemampuan mengendalikan diri dan fokus menjadi modal penting saat membentangkan bendera di hadapan ribuan pasang mata.
Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ini berlangsung di halaman Griya Agung, Palembang. Gubernur Sumsel Herman Deru bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Turut hadir Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Shandi Nugroho, dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis. Kehadiran para pejabat Forkopimda ini menunjukkan pentingnya momen peringatan kemerdekaan bagi provinsi Sumatera Selatan.