SUMATERA SELATAN — Laga penentu yang berlangsung di Kabupaten Bandung itu berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Arema FC yang membutuhkan kemenangan untuk memastikan langkah ke babak empat besar langsung tampil agresif, sementara DPMM datang dengan misi mempersulit perhitungan tuan rumah di klasemen akhir.
Gol pembuka hadir pada menit ke-35. Gustavo Henrique berada di posisi tepat untuk menyambut skema serangan dari dalam kotak penalti, menjebol gawang Muhammad Haimie. Keunggulan 1-0 membuat ritme permainan Arema kian percaya diri.
Sebelum turun minum, tepatnya di menit ke-45, pemain asal Brasil itu kembali menjadi mimpi buruk bagi lini belakang DPMM. Ia memimpin serangan balik cepat dari tengah lapangan, melewati tekanan, lalu menuntaskannya dengan tenang di depan kiper lawan. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, skuad asuhan pelatih DPMM mencoba keluar dari tekanan dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun usaha mereka kerap mentok di lini pertahanan Arema yang tampil disiplin.
Ancaman terbesar wakil Brunei baru lahir di menit ke-69 lewat tendangan Oscar Santis. Eksekusi tersebut nyaris memperkecil ketertinggalan, tetapi kiper Adi Satryo bereaksi cepat dengan menepis bola. Sampai peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol lagi, dan keunggulan Arema FC aman.
Kemenangan ini tidak lepas dari duet Matheus Blade dan Betinho yang memenangkan duel di tengah, memberikan suplai cepat kepada lini depan. Skema serangan balik yang dieksekusi Gustavo menjadi pembeda utama dalam pertandingan yang berjalan ketat di babak pertama.
Dengan status juara grup, Arema FC berhak melaju ke semifinal Piala Presiden 2026. Langkah berikutnya, Singo Edan menunggu lawan dari grup lain untuk memperebutkan tiket ke partai puncak. Sementara bagi DPMM, kekalahan ini memastikan perjalanan mereka di turnamen pramusim berakhir di fase grup.