Pencarian

UMKM Binaan Pertamina Asal Prabumulih Raup Rp71 Juta di INACRAFT 2026 Lewat Songket Motif Nanas

Minggu, 18 Oktober 2026 • 17:01:01 WIB
UMKM Binaan Pertamina Asal Prabumulih Raup Rp71 Juta di INACRAFT 2026 Lewat Songket Motif Nanas
Songket motif nanas khas Prabumulih dipamerkan di bilik Azizah Songket pada INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Center.

PALEMBANG — Azizah Songket berdiri di salah satu bilik pameran INACRAFT 2026, membawa lembaran-lembaran songket bermotif nanas yang jarang ditemui di pasar wastra nasional. Motif buah berduri itu bukan pilihan acak. Nanas adalah identitas Kota Prabumulih, dan Evan Setiawan selaku pemilik usaha sengaja menjadikannya penanda bahwa kain yang ia jual berasal dari daerah yang jelas.

Usaha ini sudah menjadi UMKM binaan Pertamina sejak 2019. Selain songket, Azizah Songket membawa kain jumputan, pakaian, dan sejumlah produk fesyen berbasis kain tradisional ke pameran yang berlangsung di Jakarta International Convention Center tersebut.

Omzet Rp71 Juta dari Lima Hari Pameran

Selama lima hari, 7–11 Oktober 2026, penjualan Azizah Songket menembus Rp71 juta. Angka itu menjadi ukuran konkret bagi UMKM daerah yang biasanya hanya mengandalkan pasar lokal.

Pameran berskala nasional membuka kanal baru: pembeli dari luar Sumatera Selatan, peritel, hingga calon mitra pemasaran yang tidak terjangkau lewat penjualan harian di Prabumulih.

Motif Nanas sebagai Pembeda di Pasar Wastra

Songket bermotif nanas menjadi produk yang paling banyak menarik perhatian pengunjung. Motif ini menghadirkan wastra yang tidak sekadar menonjolkan nilai estetika, tetapi juga membawa identitas budaya daerah.

Di tengah pasar kain tradisional yang didominasi motif klasik, pilihan motif daerah memberi Azizah Songket posisi yang lebih mudah diingat. Pengunjung mengenali produk bukan hanya dari teknik tenunnya, tapi juga dari cerita asal-usulnya.

Dukungan Pertamina dan Jalur Pasar UMKM

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memfasilitasi keikutsertaan Azizah Songket melalui promosi dan perluasan akses pasar. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyebut setiap UMKM memiliki keunikan dan potensi yang perlu mendapat ruang untuk dikenal lebih luas.

"Setiap UMKM memiliki keunikan dan potensi yang perlu mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. Kami berharap keikutsertaan Azizah Songket dalam pameran ini dapat memperkuat daya saing produknya sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra Sumatera Selatan kepada masyarakat yang lebih luas," ujar Rusminto.

Evan menilai kesempatan tampil di INACRAFT membuka pasar yang lebih luas bagi produk Prabumulih. Hasil penjualan selama pameran, katanya, menjadi dorongan untuk terus berinovasi.

"Kami bersyukur bisa memperkenalkan songket khas Prabumulih kepada lebih banyak orang melalui INACRAFT 2026. Dukungan Pertamina menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memperluas pasar, terutama dalam memperkenalkan songket motif nanas yang menjadi ciri khas daerah kami. Hasil penjualan selama pameran juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha," ujar Evan.

Sejalan dengan Asta Cita dan SDGs Tujuan 8

Langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendorong UMKM lewat promosi dan akses pasar dikaitkan dengan Asta Cita ke-3 soal kewirausahaan dan industri kreatif. Program ini juga merujuk pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Bagi Azizah Songket, lima hari di Jakarta menghasilkan omzet dan jaringan pemasaran baru. Bagi Pertamina, keberhasilan itu menjadi pembuktian bahwa fasilitasi pameran bisa mengangkat wastra daerah ke pasar yang lebih luas.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarapublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks