PALEMBANG — Data pemantauan pukul 06.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM10 di PALI mencapai 905 µg/m³, jauh melampaui ambang batas aman. Di Palembang, PM10 tercatat 793 µg/m³. Angka-angka itu menempatkan ketiga daerah tersebut pada level paling serius dalam klasifikasi ISPU.
Dari delapan daerah yang masuk rincian laporan pemantauan, dua wilayah menyusul di kategori Sangat Tidak Sehat. Musi Rawas mencatat ISPU 291, sedangkan Ogan Ilir memiliki konsentrasi PM2.5 mencapai 217 µg/m³.
Daerah Lain di Sumsel: Musi Banyuasin hingga Muara Enim
Musi Banyuasin tercatat ISPU 156 dan Lahat 119, keduanya masuk kategori Tidak Sehat. Muara Enim menjadi satu-satunya wilayah dalam laporan yang berada di kategori Sedang dengan ISPU 69.
Untuk parameter sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3), dan nitrogen dioksida (NO2), kualitas udara di wilayah pemantauan dilaporkan masih dalam kategori Baik. Pencemaran didominasi partikulat halus dari asap karhutla.
Hujan Beberapa Hari Terakhir Bantu Perbaiki Udara
Dinas Lingkungan Hidup menyebut hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir turut membantu memperbaiki kualitas udara. Meski begitu, tingkat pencemaran di sejumlah daerah masih tinggi.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta menjaga kesehatan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.
Wali Kota Palembang Minta Maaf ke Warga Terdampak
Di tengah kondisi udara yang memburuk dan persoalan kekeringan, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (12/10/2026).
"Pertama, atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan kabut asap, terutama warga yang mengalami gangguan kesehatan dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami memahami situasi ini tidak mudah, dan pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kesulitan yang dirasakan masyarakat," kata Ratu Dewa.
Ia menegaskan perlindungan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas Pemkot Palembang dalam menghadapi situasi tersebut.
Distribusi Air Bersih dan Penambahan Ruangan RSUD Bari
Pemkot Palembang menyiapkan distribusi air bersih ke kelurahan terdampak. Pelayanan kesehatan juga disiagakan melalui rumah sakit negeri maupun swasta.
Pemerintah menyiapkan penambahan ruangan di RSUD Bari untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat. Langkah itu diambil seiring meningkatnya kebutuhan penanganan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dan dampak kekeringan.