SUMATERA SELATAN — Kapolresta Bandung Kombes Pol. Tri Suhartanto membentuk Satgas Bobotoh untuk menjaga keamanan laga Persib Bandung kontra Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/10/2026) malam WIB. Lebih dari 1.174 personel TNI-Polri diterjunkan, dengan Satgas Bobotoh sebagai mitra petugas di tribune.
Satgas Bobotoh diterjunkan langsung di tribune-tribune Stadion Si Jalak Harupat pada laga pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Kelompok ini melibatkan sejumlah komunitas suporter Persib, di antaranya Viking, Boboko, dan Bomber.
Tri Suhartanto menjelaskan bahwa dukungan suporter tidak cukup hanya dengan menyanyikan lagu dari tribune. Menurutnya, Bobotoh juga bertanggung jawab menjaga nama baik klub dan bersikap sebagai tuan rumah yang baik.
"Dukungan suporter kepada kesebelasan kebanggaannya itu bukan hanya di dalam tribune, menyanyikan lagu atau memberikan dukungan. Namun, harus bisa menjaga nama baik, harkat, dan martabat, serta menjadi tuan rumah yang baik," ujar Tri Suhartanto.
Perilaku Oknum Suporter Berdampak ke Klub
Tri menyoroti perilaku segelintir oknum yang melanggar aturan. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi membawa dampak buruk bagi klub yang didukung, termasuk sanksi denda dari operator liga.
Setiap Bobotoh diminta mampu mengendalikan diri dan tidak melakukan tindakan yang merugikan tim kebanggaan. Pesan itu disampaikan langsung oleh Kapolresta.
"Jangan sampai hanya gara-gara kesalahan seseorang, akhirnya yang didenda kesebelasan yang didukungnya," imbuh Tri Suhartanto.
Eks Wakapolres Metro Jakarta Barat ini mengaku prihatin karena pertandingan sepak bola kerap diiringi kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan. Lewat Satgas Bobotoh, ia ingin membangun kepercayaan bahwa suporter mampu berperan aktif menjaga suasana pertandingan tetap kondusif.
"Kami miris sekali melihat setiap ada pertandingan, yang ada dalam pikiran masyarakat adalah merasa khawatir terjadi sesuatu. Kita buktikan para pendukung, khususnya Satgas Bobotoh, bisa menjadi tuan rumah yang baik," ungkap Tri.
Satgas Bobotoh Jadi Jembatan Komunikasi di Tribune
Keterlibatan berbagai kelompok suporter disebut Tri sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran bersama. Lewat kedekatan antarsuporter, teguran persuasif bisa diberikan lebih dulu apabila ditemukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Jika imbauan tidak diindahkan, Satgas Bobotoh dapat meneruskan informasi kepada petugas keamanan agar penanganan lebih lanjut dilakukan. Keberadaan satgas ini juga dinilai penting untuk menjembatani komunikasi antara suporter dan petugas, terutama saat terjadi situasi yang butuh penanganan cepat di area tribune.
"Pengamanan ini bukan hanya bisa dilakukan oleh Polri atau TNI sendiri, tetapi perlu dukungan dari seluruh masyarakat," tegas Tri.
1.174 Personel Dikerahkan, Tak Ada Laga yang Dianggap Remeh
Polresta Bandung menerjunkan lebih dari 1.174 personel TNI-Polri untuk mengamankan laga malam ini. Pengamanan juga mendapat dukungan dari unsur bantuan lainnya serta Satgas Bobotoh.
Kepolisian tidak menganggap remeh setiap pertandingan yang dijalani Persib, termasuk setelah adanya insiden pada sejumlah laga kandang sebelumnya di Stadion Si Jalak Harupat. Setiap laga dinilai memiliki potensi kerawanan yang harus diantisipasi melalui kesiapan personel dan pengamanan maksimal, tanpa memandang tim lawan.
"Apa pun pertandingannya, kami tidak pernah menganggap sepele. Kami akan tetap all-out untuk melakukan proses pengamanan. Mau bertanding dengan siapa pun, kami tetap akan menurunkan personel secara maksimal," tuturnya.
Tri juga mengimbau masyarakat, khususnya penonton yang menyaksikan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, agar tidak ragu datang dan menikmati pertandingan.
"Kami dari Kepolisian berkomitmen memberikan pengamanan demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman," pungkas Tri.