SUMATERA SELATAN — Antonio Conte belum menutup pintu untuk kembali melatih di Premier League, termasuk jika Manchester United datang memanggil. Pelatih asal Italia itu menegaskan dirinya hanya mau bergabung dengan klub yang punya ambisi jelas untuk meraih trofi, bukan sekadar ikut berpartisipasi.
Conte saat ini sedang menganggur setelah meninggalkan Napoli pada musim panas. Meski begitu, ia mengaku tidak terburu-buru mencari pekerjaan baru dan menolak berspekulasi soal masa depannya. Nama Conte kembali mencuat ke permukaan setelah Manchester United menjalani start terburuk sepanjang sejarah mereka di Premier League.
Tekanan terhadap pelatih United, Carrick, terus meningkat. Pasukan Carrick baru-baru ini tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah dari Brighton, memperburuk situasi di Old Trafford. Kondisi itu membuat Conte sering dikaitkan dengan kursi pelatih United, meski belum ada pembicaraan resmi yang terkonfirmasi.
Kekuatan Finansial Premier League Jadi Daya Tarik
Dalam wawancara dengan The Athletic, Conte mengakui bahwa peran di sepak bola Inggris masih menarik baginya. Ia bahkan menyatakan akan mempertimbangkan mengambil pekerjaan di tengah musim jika situasinya dinilai layak. Conte lalu menyoroti besarnya kekuatan finansial klub-klub Premier League dibandingkan kompetisi lain.
"Di Inggris saat ini mereka menggunakan bazoka, sementara di tempat lain mereka masih menggunakan pistol," jelas Conte.
Meski mengakui besarnya dana yang beredar, Conte mengingatkan bahwa uang besar tidak otomatis menjamin kesuksesan. Ia menekankan pentingnya visi dan penilaian yang tepat dalam membelanjakan dana tersebut. Menurutnya, klub bisa saja punya uang melimpah, tetapi tetap harus membelanjakannya dengan bijak.
Hanya Mau Klub yang Berjuang untuk Kebesaran
Conte punya rekam jejak juara di Inggris dan Italia, membuatnya jadi kandidat kuat untuk pekerjaan di klub papan atas Eropa. Selain United, Juventus juga sempat dikaitkan dengannya, meski klub Serie A itu baru memberikan dukungan kepada pelatih saat ini, Luciano Spalletti. Conte menegaskan proyek baru apa pun harus sejalan dengan hasratnya meraih kesuksesan tertinggi.
"Jika Anda pergi ke sebuah klub yang sejarahnya berbicara dengan sendirinya, sejarah yang dibangun oleh trofi, gelar liga, dan kemenangan, Anda hanya bisa menghormati sejarah itu dengan satu cara: dengan memiliki ambisi untuk membawa klub itu kembali, jika saat ini belum berada di sana, untuk berjuang demi tujuan-tujuan itu," ujar Conte.
Ia menambahkan bahwa hanya satu tim yang bisa menang setiap tahun, tetapi dirinya ingin menanamkan harapan di hati para penggemar, pemain, dan direktur. Conte menyebut percikan keyakinan itulah yang membuat sebuah tim percaya bisa juara. Menurutnya, banyak klub yang kehilangan jejak sejarah mereka, dan ia ingin menjadi sosok yang mengembalikan kejayaan itu.
"Ada banyak klub yang agak kehilangan jejak sejarah mereka. Saya ingin pergi ke salah satu klub itu untuk membersihkan sejarah tersebut dan membuatnya kembali bersinar," tambahnya.
Conte tampak nyaman menunggu waktu yang tepat. Sementara itu, tekanan pada Carrick di Manchester United terus berlanjut karena timnya butuh solusi cepat untuk membalikkan musim yang mengecewakan. Jika peluang muncul, Conte tampaknya akan menuntut komitmen penuh dari klub yang merekrutnya.