PALEMBANG — Udara kabur diprediksi menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatera Selatan sepanjang Sabtu, 3 Oktober 2026. Kondisi ini berdampak pada jarak pandang di beberapa daerah, terutama di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI).
BMKG mencatat OKI menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan mengalami udara kabur. Suhu udara di sana berkisar 25–35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 39–88 persen.
Ogan Komering Ulu Diprediksi Hujan Ringan
Berbeda dari OKI, wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) justru diprakirakan diguyur hujan ringan. Suhu di OKU berkisar 24–35 derajat Celsius dengan kelembapan 45–96 persen.
Perbedaan kondisi cuaca antarwilayah ini membuat warga perlu menyesuaikan aktivitas. Di OKU, hujan ringan bisa memengaruhi mobilitas pagi hingga sore. Sementara di OKI, jarak pandang terbatas akibat udara kabur.
Apa Dampak Udara Kabur bagi Aktivitas Warga?
Udara kabur umumnya berupa partikel halus yang tersuspensi di atmosfer. Kondisi ini bisa menurunkan jarak pandang, terutama bagi pengendara di jalan raya. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan berhati-hati.
Bagi pengguna kendaraan bermotor, jarak pandang yang terbatas meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara perlu menyalakan lampu utama dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Delapan Wilayah Lain Diguyur Hujan Ringan
Selain OKU dan OKI, delapan wilayah Sumsel lainnya diprediksi mengalami hujan ringan. BMKG tidak merinci nama kedelapan wilayah tersebut dalam prakiraan harian ini.
Hujan ringan biasanya berlangsung singkat dengan intensitas di bawah 10 mm per jam. Meski demikian, warga tetap perlu menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah.
Pantau Informasi Cuaca Terbaru
BMKG memperbarui prakiraan cuaca secara berkala melalui laman resmi bmkg.go.id. Warga Sumsel disarankan memantau informasi terbaru sebelum bepergian, terutama bagi yang hendak menempuh perjalanan jauh antarkabupaten.
Perubahan cuaca di Sumsel pada awal Oktober 2026 masih fluktuatif. Kombinasi udara kabur dan hujan ringan di sejumlah wilayah menuntut kewaspadaan tersendiri dari masyarakat.