SUMATERA SELATAN — Vivo Y32 5G resmi meluncur sebagai versi 5G dari smartphone mid-range Y32, mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 dan baterai jumbo 8.000 mAh. Pasar perdana perangkat ini adalah Nepal dengan banderol sekitar Rp4,7 juta untuk konfigurasi 4GB/128GB, belum ada konfirmasi untuk Indonesia.
Vivo memperluas lini Y32 lewat varian 5G yang membawa perubahan paling mencolok di sektor dapur pacu. Snapdragon 4 Gen 2 berbasis fabrikasi 4nm dipasangkan dengan RAM LPDDR4X hingga 6 GB dan penyimpanan UFS 2.2 hingga 256 GB.
Kapasitas penyimpanan masih bisa diperluas lewat microSD hingga 2TB. Vivo juga menambahkan RAM virtual hingga 6GB untuk membantu multitasking di kelas menengah.
Vivo Y32 5G memakai layar 6,87 inci beresolusi HD+ 1592 × 720 piksel dengan refresh rate 120Hz. Panelnya diklaim mampu mencapai kecerahan hingga 1.300 nits untuk pemakaian di luar ruangan.
Vivo menyertakan sertifikasi TÜV Rheinland untuk perlindungan terhadap paparan cahaya biru. Kombinasi layar besar dan refresh rate tinggi menempatkan perangkat ini di segmen hiburan sehari-hari.
Baterai 8.000 mAh mendukung fast charging 44W dan reverse charging 7,5W. Vivo mengklaim kapasitasnya masih bertahan di atas 80% kesehatan setelah melewati 1.500 siklus pengisian.
Klaim tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengguna yang menuntut daya tahan panjang. Reverse charging 7,5W memungkinkan perangkat mengisi daya aksesori atau ponsel lain secara terbatas.
Untuk fotografi, tersedia kamera utama 50MP, sensor tambahan 2MP, serta kamera selfie 8MP. Konfigurasi ini tergolong standar untuk segmen mid-range bawah.
Vivo Y32 5G sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Ketahanannya diperkuat sertifikasi MIL-STD-810H serta SGS Five-Star Drop Resistance.
Fitur lain mencakup speaker stereo, NFC, sensor sidik jari di samping, Wi-Fi 5, dan Bluetooth 5.1. Smartphone ini menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16.
Vivo Y32 5G saat ini baru dipasarkan terbatas di Nepal. Konfigurasi 4GB/128GB dibanderol di kisaran Rp4,7 jutaan dengan pilihan warna Sunset Orange dan Twilight Red.
Belum ada keterangan resmi apakah perangkat berbaterai jumbo ini akan dibawa ke pasar Indonesia. Vivo Indonesia biasanya merilis varian Y-series dengan penyesuaian spesifikasi dan harga lokal.
Jika masuk Indonesia, Vivo Y32 5G akan bersaing di segmen smartphone baterai besar yang kini diisi sejumlah merek China lain. Kepastian jadwal dan harga lokal masih menunggu pengumuman resmi Vivo.