43.284 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel Sepanjang Oktober 2026, Tertinggi Sejak 2015

Penulis: Fauzan Akbar  •  Senin, 02 November 2026 | 14:31:02 WIB
Petugas memantau sebaran titik panas di Posko BPBD Sumsel, Senin (2/11/2026).

PALEMBANG — Rekapitulasi sebaran titik panas BPBD Sumsel menempatkan Oktober 2026 sebagai bulan dengan hotspot terbanyak dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang Januari-Oktober 2026, total hotspot di provinsi ini mencapai 92.391 titik.

“Hotspot sepanjang Oktober tercatat sebanyak 43.284 titik. Angka ini menjadi yang tertinggi pada tahun ini, bahkan secara tahunan sejak 2015,” ujar Sudirman, Senin (2/11/2026).

Ogan Komering Ilir Menyumbang 25.739 Titik Panas

Ogan Komering Ilir menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 25.739 titik. Jumlah itu jauh di atas wilayah rawan karhutla lainnya yang hanya berada pada kisaran ratusan hingga ribuan titik.

Di Musi Banyuasin, hotspot tercatat 6.551 titik. Banyuasin menyusul dengan 5.393 titik dan Muara Enim 1.808 titik. Daerah lain berada di kisaran 9-737 titik.

Pola serupa terlihat pada akumulasi Januari-Oktober 2026. OKI tetap menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak mencapai 42.685 titik, disusul Muba 14.475 titik, Banyuasin 12.781 titik, dan Muara Enim 7.133 titik. Wilayah lain berada di kisaran puluhan hingga 2 ribuan titik.

“Secara keseluruhan sepanjang Januari-Oktober tercatat jumlah hotspot sebanyak 92.391 titik,” ungkapnya.

Melampaui Rekor Tahunan Sejak 2015

Rekapitulasi tahunan BPBD Sumsel menunjukkan lonjakan tahun ini menembus angka tertinggi dalam sebelas tahun terakhir. Pada 2015, hotspot tercatat 27.043 titik, lalu turun drastis menjadi 965 titik pada 2016 dan 1.214 titik pada 2017.

Setelah itu, 2018 terpantau 2.081 titik, 2019 naik ke 17.391 titik, 2020 turun menjadi 4.536 titik, 2021 sebanyak 2.794 titik, dan 2022 ada 2.364 titik.

“Kemudian 2023 naik drastis menjadi 20.547 titik, 2024 turun menjadi 4.661 titik, dan 2025 sebanyak 4.425 titik,” imbuhnya.

Dengan demikian, jumlah hotspot Oktober 2026 saja sudah dua kali lipat lebih tinggi dari total sepanjang 2023 yang menjadi rekor terakhir sebelum periode ini. BPBD Sumsel belum merinci langkah penanganan lanjutan terkait lonjakan tersebut.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top