PALEMBANG — TNI AU mengerahkan Hercules C-130 dan Cassa NC-212 bersama armada pesawat sipil Caravan untuk menyemai bahan modifikasi cuaca di atas kawasan sasaran. Bahan yang diturunkan terdiri atas 1,6 ton dry ice dan 5,6 ton garam semai (NaCl), dengan total 7,2 ton.
Operasi ini melibatkan TNI bersama BMKG dan instansi terkait lain. Sasaran utamanya bukan hanya memadamkan titik api, tetapi juga menjaga kualitas udara Sumatera Selatan yang terancam kabut asap.
Pemantauan radar, penakar hujan, dan laporan lapangan menunjukkan penyemaian berdampak pada turunnya hujan di sejumlah wilayah. Selain Kota Palembang, hujan tercatat di Kabupaten Banyuasin, OKI, Musi Rawas, OKU Timur, Ogan Ilir, Empat Lawang, dan OKU Selatan.
Sebaran hujan yang cukup luas itu menjadi indikator awal bahwa bahan semai bekerja sesuai target. Namun pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan dampaknya terhadap penurunan titik panas.
Karhutla di Sumatera Selatan kerap dipicu kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan lewat jalur darat. Penyemaian awan dari udara menjadi salah satu cara mempercepat pembasahan lahan sebelum api meluas.
Pengerahan armada udara secara berkelanjutan disebut sebagai bentuk aksi nyata TNI di lapangan. Operasi tidak berhenti pada satu kali penyemaian, melainkan dilakukan bertahap mengikuti kondisi awan di wilayah sasaran.
Warga di kabupaten yang diguyur hujan semai tetap diminta waspada terhadap kemungkinan titik api baru. Kabut asap bisa kembali muncul jika pembakaran lahan berlanjut di tengah cuaca kering.
Pelaporan titik api oleh masyarakat menjadi penting karena jangkauan pengawasan udara tidak selalu menutup seluruh area perkebunan dan lahan warga. Satgas udara akan melanjutkan penyemaian pada hari-hari berikutnya dengan jumlah bahan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.