MUARA ENIM — Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., dan dihadiri para pejabat utama Polres Muara Enim. Pelaksanaan operasi mengacu pada amanat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. yang dibacakan Kapolres dalam apel tersebut.
Amanat itu menekankan pentingnya operasi yang profesional dan berorientasi pada keselamatan. Penegakan hukum diminta tegas, tetapi tetap humanis.
Polres Muara Enim menetapkan enam jenis pelanggaran sebagai fokus penindakan selama Operasi Patuh Musi 2026. Penetapan ini menyesuaikan karakteristik wilayah dan jenis pelanggaran yang paling membahayakan keselamatan di jalan.
Apel gelar pasukan diikuti unsur TNI, Polres Muara Enim, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Muara Enim. Keterlibatan lintas sektor itu disebut sebagai wujud sinergi dalam mendukung ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Latpra Ops di ruang Rupatama Polres Muara Enim. Latihan praoperasi itu dihadiri para perangkat Operasi Patuh Musi 2026.
Kapolres menegaskan penindakan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan harus dijalankan dengan tetap menjunjung etika, profesionalisme, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Pendekatan humanis tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.
Prinsip yang dipegang: tegas bukan berarti arogan, humanis bukan berarti membiarkan pelanggaran. Profesionalisme kepolisian dinilai tercermin dari kemampuan menegakkan aturan secara adil, konsisten, proporsional, dan beradab.
Keberhasilan operasi tidak diukur dari jumlah surat tilang semata. Harapannya, Operasi Patuh Musi 2026 mendorong perubahan perilaku warga agar lebih disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara.
Tujuan utama penegakan aturan lalu lintas adalah mencegah kecelakaan dan melindungi kehidupan. Polres Muara Enim mengajak masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas selama dua pekan operasi berlangsung.