Polres Muara Enim Gelar Operasi Patuh Musi 2026, 6 Pelanggaran Jadi Sasaran Prioritas Selama 14 Hari

Penulis: Fauzan Akbar  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 12:03:01 WIB
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Musi 2026.

MUARA ENIM — Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., dan dihadiri para pejabat utama Polres Muara Enim. Pelaksanaan operasi mengacu pada amanat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. yang dibacakan Kapolres dalam apel tersebut.

Amanat itu menekankan pentingnya operasi yang profesional dan berorientasi pada keselamatan. Penegakan hukum diminta tegas, tetapi tetap humanis.

Enam Pelanggaran yang Jadi Sasaran Prioritas

Polres Muara Enim menetapkan enam jenis pelanggaran sebagai fokus penindakan selama Operasi Patuh Musi 2026. Penetapan ini menyesuaikan karakteristik wilayah dan jenis pelanggaran yang paling membahayakan keselamatan di jalan.

  • Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI
  • Pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat atau lebih yang tidak menggunakan sabuk keselamatan
  • Pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus lalu lintas
  • Pengemudi yang menggunakan telepon genggam saat berkendara
  • Pengemudi yang menerobos lampu lalu lintas
  • Pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor sesuai ketentuan

Sinergi TNI, Dishub, dan Satpol PP dalam Operasi

Apel gelar pasukan diikuti unsur TNI, Polres Muara Enim, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Muara Enim. Keterlibatan lintas sektor itu disebut sebagai wujud sinergi dalam mendukung ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Latpra Ops di ruang Rupatama Polres Muara Enim. Latihan praoperasi itu dihadiri para perangkat Operasi Patuh Musi 2026.

Tegas Bukan Berarti Arogan

Kapolres menegaskan penindakan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan harus dijalankan dengan tetap menjunjung etika, profesionalisme, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Pendekatan humanis tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.

Prinsip yang dipegang: tegas bukan berarti arogan, humanis bukan berarti membiarkan pelanggaran. Profesionalisme kepolisian dinilai tercermin dari kemampuan menegakkan aturan secara adil, konsisten, proporsional, dan beradab.

Target Perubahan Perilaku, Bukan Sekadar Sanksi

Keberhasilan operasi tidak diukur dari jumlah surat tilang semata. Harapannya, Operasi Patuh Musi 2026 mendorong perubahan perilaku warga agar lebih disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara.

Tujuan utama penegakan aturan lalu lintas adalah mencegah kecelakaan dan melindungi kehidupan. Polres Muara Enim mengajak masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas selama dua pekan operasi berlangsung.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: linksumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top