60 Siswa SMK Negeri 1 Jarai Belajar Megalitik Langsung di Situs Baturang Lahat

Penulis: Fauzan Akbar  •  Rabu, 23 September 2026 | 09:33:31 WIB
Siswa SMK Negeri 1 Jarai mengikuti sosialisasi cagar budaya megalitik di ruang kelas sebelum menuju Situs Baturang.

LAHATSMK Negeri 1 Jarai menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Cagar Budaya Megalitik Jarai yang diintegrasikan dengan mata pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia, dan PPKN. Mario Andramartik, anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Kepala SMK Negeri 1 Jarai, Ema Yuliantri, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan itu. Menurutnya, kehadiran narasumber dari kalangan pemerhati kebudayaan memberi pengetahuan sekaligus inspirasi baru bagi siswa dan guru.

"Atas nama keluarga besar SMK Negeri 1 Jarai, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi cagar budaya ini. Kehadiran narasumber Mario Andramartik selaku Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat telah memberikan suntikan ilmu dan inspirasi yang luar biasa bagi anak-anak didik serta guru-guru kami," ujar Ema setelah kegiatan.

Integrasi Tiga Mata Pelajaran dalam Satu Kegiatan

Ema menilai integrasi materi cagar budaya dengan Sejarah, Bahasa Indonesia, dan PPKN menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis. Siswa tidak hanya mempelajari masa lalu lewat pelajaran Sejarah, tetapi juga dilatih berpikir kritis dan menyampaikan kembali informasi melalui keterampilan berbahasa Indonesia.

Melalui PPKN, siswa diajak memahami tanggung jawab sebagai warga negara dalam menjaga aset budaya bangsa. Kombinasi ketiga mata pelajaran itu dinilai membuat pembelajaran lebih kontekstual.

"Paparan Mario Andramartik mengenai kekayaan peradaban megalitik Pasemah di wilayah Jarai benar-benar membuka mata kami bahwa sekolah kami dikelilingi oleh laboratorium sejarah yang bernilai dunia," katanya.

Jalan Kaki Satu Kilometer Menuju Situs Baturang

Kegiatan ini menjadi yang pertama digelar SMK Negeri 1 Jarai dengan menghadirkan narasumber dari kalangan pemerhati dan penggerak kebudayaan. Pada sesi awal, siswa menerima materi di ruang kelas mengenai kebudayaan megalitik, khususnya peninggalan yang berada di Kecamatan Jarai.

Setelah materi kelas selesai, siswa bersama sejumlah guru berjalan kaki menuju Situs Megalitik Baturang yang berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah. Antusiasme siswa dan guru terlihat meningkat setibanya di lokasi.

Kegiatan itu turut diikuti Sumarti selaku Waka Bidang Kurikulum, Ahmad Asrori selaku Waka Bidang Sarpras, Reko Darlis selaku Waka Bidang Kesiswaan, Yanharudin selaku Waka Bidang Hubin, serta Hengki Firmansyah, guru Sejarah, bersama sejumlah guru Bahasa Indonesia dan PPKN.

Dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Selatan hadir Ahmad Rifai selaku Koordinator Juru Pelihara Jarai Area dan Kota Pagar Alam, serta Avian Sahudi selaku Juru Pelihara Situs Megalitik Gunung Kaya.

Pesan Kepala Sekolah untuk Guru dan Siswa

Ema berpesan agar pengalaman belajar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran semata. Ia mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai pemantik untuk menjaga, merawat, dan menghormati situs-situs megalitik di lingkungan sekitar.

Khusus kepada para guru, Ema berharap model pembelajaran lintas mata pelajaran seperti itu terus dipertahankan dan dikembangkan.

"Saya berharap inovasi pembelajaran lintas mata pelajaran seperti ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Mari kita bersama-sama mencetak generasi muda SMK Negeri 1 Jarai yang tidak hanya kompeten dan siap kerja secara industri, tetapi juga tumbuh pada akar budaya serta identitas daerah yang kuat," tegas Ema.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: kliksumatera.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top