PANGKALAN BALAI — Kondisi cuaca saat pemantauan tercatat 31 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 9 km/jam dan kelembapan 55 persen. Angka AQI 179 menempatkan udara Pangkalan Balai pada kategori tidak sehat, level yang berisiko bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan.
PM2.5 dengan konsentrasi 95,4 µg/m³ menjadi polutan utama yang terpantau. Partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikrometer ini dapat menembus saluran pernapasan hingga ke paru-paru dan aliran darah.
Kategori tidak sehat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif. Warga diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan. Kelompok rentan sebaiknya membatasi paparan udara terbuka, terutama pada pagi hari ketika konsentrasi polutan terpantau tinggi.
IQAir menampilkan peringatan "Active fire nearby" atau adanya aktivitas kebakaran di sekitar wilayah Pangkalan Balai. Peringatan ini muncul bersamaan dengan pantauan AQI 179 pada pukul 07.00 WIB.
Asap dari kebakaran lahan menjadi salah satu pemicu utama memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Arah angin dan kondisi atmosfer memengaruhi penyebaran partikel asap ke permukiman warga.
Pantauan IQAir menunjukkan indeks kualitas udara diperkirakan masih berada pada level tinggi dalam beberapa jam berikutnya. Kondisi tersebut dapat berubah mengikuti aktivitas kebakaran, arah angin, cuaca, dan kondisi atmosfer.
Warga Pangkalan Balai dan sekitarnya disarankan memantau pembaruan AQI secara berkala. Jika kondisi memburuk, aktivitas luar ruangan sebaiknya ditunda demi mengurangi risiko paparan PM2.5.