SUMATERA SELATAN — Lima gunung api di Indonesia tercatat berada pada status Siaga atau Level III per pertengahan September 2026. Kelimanya adalah Gunung Merapi (Jawa Tengah–DIY), Gunung Sinabung (Kabupaten Karo, Sumatera Utara), Gunung Lewotobi Laki-laki (Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur), Gunung Semeru (Jawa Timur), serta Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Status Siaga menandakan peningkatan aktivitas vulkanik yang butuh kewaspadaan lebih serius. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat di sekitar kawasan mengikuti setiap rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah.
Merapi tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Erupsi terbesarnya dalam satu abad terakhir terjadi pada 2010, ketika awan panas meluncur hingga radius sekitar 15 kilometer dari puncak pada 4–5 November.
Bencana itu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Sejak 1600-an, Merapi telah mengalami puluhan kali erupsi dengan interval rata-rata sekitar empat tahun, menurut catatan Museum Gunungapi Merapi.
Sinabung kembali meletus pada 2010 setelah sekitar 400 tahun tanpa letusan tercatat. Aktivitas itu disebut sebagai erupsi pertama sejak sekitar tahun 800 Masehi.
Pada akhir Agustus 2026, erupsi kembali terjadi. Pemantauan berlanjut ke kondisi kawah, dan pada Jumat (4/9) terlihat asap putih tebal dari kawah utama. Sebelumnya pada 2013, abu vulkanik Sinabung sempat mencapai Kota Medan.
Gunung di Flores Timur ini sempat berstatus Awas atau Level IV setelah erupsi besar November 2024. Sembilan orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi akibat sebaran abu serta material letusan.
Pada Minggu (6/9), PVMBG mencatat asap putih dari kawah utama. Berdasarkan catatan Smithsonian Institution, erupsi gunung ini telah terdokumentasi sejak 1675 dan berlangsung dalam periode panjang.
Semeru di Jawa Timur dan Anak Krakatau di Selat Sunda melengkapi daftar lima gunung berstatus Siaga. Keduanya berada di kawasan yang kerap dikunjungi wisatawan, sehingga pemantauan aktivitas harian penting sebelum merencanakan perjalanan.
Bagi yang berencana ke kawasan sekitar gunung-gunung ini, pantau perkembangan status harian sebelum berangkat. Perubahan level bisa terjadi cepat, dan keputusan menunda perjalanan jauh lebih aman daripada memaksakan itinerary.