PALEMBANG — Kualitas udara di Palembang kembali memburuk seiring tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah kota sejak Minggu dinihari. Warga yang tetap beraktivitas di luar rumah mulai merasakan dampak langsung, terutama pada sistem pernapasan.
Salah satu keluhan datang dari Sahid, warga Batujajar, yang mengaku napasnya terasa tidak nyaman saat menghadiri sebuah kegiatan di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Minggu pagi.
"Tadi pagi waktu ikut acara di Kantor Gubernur, napas saya agak terasa terganggu. Memang belum sampai sesak, tetapi udara yang dihirup terasa kurang nyaman karena seperti bercampur asap," ujar Sahid.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap pekat terlihat menyelimuti Palembang sejak dinihari dan belum menunjukkan tanda-tanda menguap hingga memasuki siang. Aroma asap yang menyengat mulai tercium di sejumlah titik, menambah kekhawatiran warga akan memburuknya kualitas udara.
Kondisi ini memperparah situasi yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Kualitas udara di Palembang memang tengah menurun akibat dampak kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.
Penurunan kualitas udara ini menjadi perhatian serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah.