SUMATERA SELATAN — Relawan Palang Merah setempat, Gervais Ganagoroh, membenarkan bahwa ratusan jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi longsor. Selain korban jiwa, sejumlah penambang yang selamat dilaporkan menderita luka serius dan telah mendapatkan perawatan medis darurat.
Anggota Dewan Pemuda Zamboye, Bertrand Be Yangué, menyebut musibah ini sebagai tragedi besar bagi masyarakat setempat. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jumlah korban akan terus bertambah mengingat banyak pekerja yang diduga masih tertimbun material longsoran.
"Menemukan mereka hidup-hidup akan menjadi sebuah keajaiban," ujar Yangué kepada awak media di lokasi kejadian.
Yangué menjelaskan bahwa sebagian besar korban adalah laki-laki dan perempuan muda yang menggantungkan hidup pada aktivitas pertambangan emas skala kecil. Bagi mereka, tambang tradisional menjadi satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Kesaksian ini menggambarkan realitas pahit di balik industri pertambangan rakyat di Republik Afrika Tengah, di mana ribuan warga bekerja dengan peralatan seadanya tanpa jaminan keselamatan yang memadai.
Tim gabungan yang terdiri dari warga dan sesama penambang masih berupaya mengeluarkan jenazah dari area tambang yang dipenuhi lumpur dan material tanah. Namun, operasi pencarian menghadapi tantangan berat akibat struktur tambang yang tidak memiliki standar keselamatan serta akses lokasi yang sulit dijangkau.
Pemerintah setempat telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya tambang, mengidentifikasi para korban, serta menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pengoperasian lokasi pertambangan tersebut.
Kecelakaan maut di tambang emas tradisional bukanlah peristiwa baru di Republik Afrika Tengah. Aktivitas pertambangan skala kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi ribuan warga kerap beroperasi dengan teknologi sederhana dan minim perlindungan keselamatan.
Para pekerja setiap hari menghadapi risiko tinggi, mulai dari longsor, runtuhnya terowongan, hingga kecelakaan akibat struktur tambang yang tidak layak. Tragedi Zamboye kembali menjadi pengingat keras akan besarnya bahaya yang mengintai para penambang tradisional di negara tersebut.
Dengan masih berlangsungnya proses pencarian, perhatian publik kini tertuju pada upaya penyelamatan korban yang mungkin masih tertimbun serta penanganan terhadap keluarga para korban. Pemerintah setempat juga dituntut memastikan penyelidikan berjalan transparan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.