SUMATERA SELATAN — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan aspek teknis dan kelembagaan bursa komoditas strategis yang diberi nama Icomex. Bursa ini nantinya akan beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi wadah perdagangan komoditas utama hasil produksi Indonesia.
"Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu adalah produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, dan batu bara," kata Prasetyo di Jakarta, Senin (17/8).
Pembentukan Icomex merupakan tindak lanjut dari kebijakan ekspor satu pintu yang telah dijalankan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia selama puluhan tahun menjadi produsen terbesar komoditas dunia, namun harga jualnya justru ditentukan oleh bursa negara lain yang tidak memproduksi komoditas tersebut.
"Kalau mereka (pihak luar) tidak mau bayar harga yang kita pasang, tidak usah beli. Lebih baik komoditas nikel, timah, emas, batu bara kita, gas kita, minyak kita semuanya di tanah untuk anak cucu kita," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8).
Pemerintah akan menyusun mekanisme penentuan harga yang mempertimbangkan biaya produksi dalam negeri serta pergerakan harga komoditas di pasar global. Prasetyo menegaskan bahwa inti dari kebijakan ini adalah kedaulatan atas komoditas milik Indonesia.
"Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki, harus kita yang menentukan. selama ini kan tidak," ujarnya.
Pemerintah juga membuka peluang untuk mengintegrasikan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) ke dalam ekosistem Icomex. Saat ini proses tersebut masih dalam tahap pembahasan dan pengaturan.
"Makanya ini sedang proses untuk diatur sedemikian rupa," kata Prasetyo.
Kehadiran Icomex akan mengubah lanskap perdagangan komoditas nasional. Bagi eksportir dan produsen, bursa ini menjadi alternatif tempat bertransaksi dengan harga acuan yang lebih berpihak pada kepentingan domestik. Sementara bagi investor, Icomex berpotensi menjadi instrumen investasi baru yang terhubung langsung dengan komoditas unggulan Indonesia.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat hilirisasi dan mengurangi ketergantungan pada indeks harga komoditas internasional yang selama ini menjadi acuan utama perdagangan global.