MUARA ENIM — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sungai Rotan tidak bisa dihadapi sendirian. Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu api muncul dan membesar menjadi bencana.
Kegiatan kunjungan kerja sekaligus sosialisasi kesiapsiagaan pencegahan dan penanggulangan karhutla tahun 2026 ini digelar di Aula Kantor Camat Sungai Rotan, Selasa (11/8/2026), mulai sekitar pukul 12.45 WIB. Forum ini menjadi ajang memperkuat koordinasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, hingga masyarakat.
Perhatian khusus diberikan kepada Sungai Rotan karena wilayah ini memiliki karakteristik lahan gambut yang berpotensi mengalami kebakaran ketika kondisi kering. Api di lahan gambut dapat berkembang cepat dan membutuhkan penanganan yang tidak sederhana, sehingga langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan sebelum menjadi bencana yang lebih besar.
Kapolres Hendri Syaputra meminta seluruh pihak menjaga komunikasi dan koordinasi, terutama dalam memetakan kawasan yang memiliki potensi kerawanan.
“Kita harus tetap menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait dalam penanggulangan karhutla. Antisipasi daerah-daerah yang rawan dan tetap berhati-hati dalam setiap penanganan karhutla,” ujar Hendri.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan. Hendri menegaskan, jika ditemukan titik api, penanganan awal harus segera dilakukan selama situasi masih memungkinkan dan aman.
“Apabila masyarakat menemukan titik api, segera padamkan. Apabila api membesar, segera ajak pihak stakeholder terkait. Mari bersama-sama Forkopimcam menjaga wilayahnya jangan sampai ada titik api,” tegasnya.
Namun, apabila api mulai membesar dan membutuhkan peralatan maupun personel tambahan, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan aparat serta unsur terkait. Pesan ini menjadi penting mengingat kebakaran di lahan gambut dapat meluas dengan cepat dan sulit dipadamkan jika sudah menjalar ke lapisan tanah di bawahnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh elemen di tingkat kecamatan hingga desa memiliki pemahaman yang sama tentang bahaya karhutla. Koordinasi yang baik antara Forkopimcam, aparat desa, dan masyarakat menjadi garda terdepan dalam memastikan wilayah Sungai Rotan bebas dari titik api.
Langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan ketika api sudah membesar. Dengan kesiapsiagaan bersama, risiko kerugian lingkungan dan ekonomi akibat karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.