BANYUASIN — Sepuluh kapal feri disiagakan untuk melayani lintas penyeberangan Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) menuju Muntok, Bangka Belitung, pada Kamis dan Jumat, 6-7 Agustus 2026. Armada yang disiapkan bervariasi, mulai dari kapal cepat hingga kapal reguler, untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas warga dan wisatawan di akhir pekan.
Jadwal keberangkatan dari pelabuhan terbesar di Sumatera Selatan itu diatur setiap dua jam sekali. Layanan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 00.00 WIB, memberikan fleksibilitas bagi pengguna jasa yang hendak menyeberang ke Pulau Bangka.
Untuk jadwal Kamis (6/8), sejumlah kapal yang bertugas antara lain Dharma Kartika I pada pukul 07.00 WIB, disusul Dharma Kartika VIII pukul 09.00 WIB, dan Wira Camelia pukul 11.00 WIB. Sementara itu, pada Jumat (7/8), komposisi armada sedikit berbeda dengan menempatkan Dharma Kartika VIII di jadwal pertama dan Wira Camelia di jadwal kedua.
Berikut daftar lengkap jadwal penyeberangan dari Pelabuhan TAA ke Muntok pada 6-7 Agustus 2026:
Tarif penyeberangan dari Pelabuhan TAA ke Muntok terbagi berdasarkan kategori penumpang dan jenis kendaraan. Untuk pejalan kaki dewasa, ongkos yang dikenakan sebesar Rp58.100, sementara bayi di bawah dua tahun hanya membayar Rp7.400.
Bagi pengendara sepeda motor, biaya yang harus disiapkan mulai dari Rp74.500 untuk sepeda dan Rp138.000 untuk motor di bawah 500 cc. Sementara itu, mobil penumpang dikenakan tarif Rp1.051.200, dan kendaraan golongan sembilan dengan panjang lebih dari 16 meter mencapai Rp6.125.000.
Pelabuhan TAA yang berlokasi di Pantai Timur Sumatra ini memang berhadapan langsung dengan Selat Bangka. Sejak beroperasi penuh pada 2007, pelabuhan ini menggantikan peran pelabuhan lama di kawasan Sungai Musi 35 Ilir, Palembang, yang kerap terkendala sedimentasi dan pasang surut air laut.
Konsekuensinya, waktu tempuh penyeberangan ke Muntok yang dulu bisa memakan waktu hingga 10 jam, kini dipangkas signifikan menjadi hanya sekitar 3-4 jam. Efisiensi waktu inilah yang menjadikan Pelabuhan TAA sebagai sarana transportasi laut utama bagi masyarakat Sumatera Selatan, terutama saat musim liburan tiba.