SUMATERA SELATAN — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Ford pada Kamis lalu. Melalui pernyataan resminya, pabrikan asal Amerika Serikat itu memastikan bahwa Fathom akan menjadi model pickup listrik dengan banderol di bawah USD 30.000, sesuai dengan janji awal mereka.
Kay Hart, General Manager Ford Model E, menjelaskan filosofi di balik pemilihan nama Fathom. Menurutnya, kata tersebut memiliki makna historis yang dalam, mulai dari ukuran rentang tangan manusia hingga istilah pelaut untuk mengukur kedalaman laut yang tak terlihat dasarnya.
"Nama tentang mengukur apa yang tidak bisa Anda lihat, yang tumbuh menjadi kata tentang pemahaman," ujar Hart dalam keterangan resminya.
Harga USD 29.945 yang diumumkan Ford berlaku untuk varian Fathom dengan paket "standard-range battery". Hal ini mengindikasikan bahwa pabrikan akan menyediakan opsi baterai berkapasitas lebih besar untuk kebutuhan jarak tempuh yang lebih jauh, tentunya dengan tambahan biaya.
Keputusan ini memberi fleksibilitas bagi konsumen. Mereka yang butuh pickup listrik untuk penggunaan harian di perkotaan bisa memilih varian standar, sementara yang membutuhkan jarak tempuh ekstra untuk perjalanan antar kota bisa menunggu opsi baterai panjang.
Ford mengklaim Fathom memiliki volume kabin yang lebih besar dibandingkan Toyota RAV4. Ini menjadi kabar baik bagi keluarga yang berniat menjadikan pickup listrik ini sebagai kendaraan utama, terutama untuk kebutuhan ruang kaki penumpang belakang.
Soal teknologi, Fathom akan dilengkapi dengan perangkat keras untuk sistem bantuan mengemudi semi-otonom BlueCruise. Meski tidak menjadi fitur standar, seluruh unit yang diproduksi sudah memiliki hardware yang diperlukan. Kemungkinan besar, Ford akan menawarkan aktivasi fitur ini melalui skema berlangganan bagi pengguna yang menginginkan kemampuan berkendara tanpa memegang kemudi.
Menariknya, Ford menggandeng Apple Maps sebagai sistem navigasi bawaan kendaraan. Integrasi ini dijanjikan memberikan pengalaman berkendara yang lebih mulus, terutama saat transisi dari jalan masuk tol hingga keluar tol.
Fathom juga dibekali kemampuan bidirectional charging atau pengisian daya dua arah. Fitur ini memungkinkan pemilik menggunakan baterai mobil untuk memasok listrik ke perangkat eksternal, seperti peralatan rumah tangga atau perkakas listrik di lokasi kerja.
Selain itu, terdapat fungsi digital car key yang mengubah smartphone menjadi kunci kendaraan. Ford belum merinci ukuran layar sentuh resolusi tinggi yang akan dipasang, namun dipastikan menjadi bagian dari fitur standar.
Ford menjadwalkan produksi Fathom di pabrik Louisville Assembly Plant pada 2027. Konsumen yang berminat sudah bisa melakukan pre-order mulai awal tahun depan, dengan pengiriman pertama dijadwalkan pada pertengahan hingga akhir 2027.
Dengan harga yang kompetitif dan fitur yang ditawarkan, Fathom berpotensi menjadi pemain baru yang serius di segmen pickup listrik terjangkau, sekaligus menjawab kebutuhan pasar akan kendaraan kerja ramah lingkungan yang tidak menguras kantong.