MUL.E, Motor Listrik Militer Ukraina yang Bisa Isi Daya Drone dan Tahan Ledakan Ranjau

Penulis: Fauzan Akbar  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:49:31 WIB
Ukraina meresmikan motor listrik militer MUL.E yang dirancang untuk bertahan di medan tempur berat dan berperan ganda sebagai stasiun daya keliling.

SUMATERA SELATAN — Ukraina kembali menunjukkan inovasi militernya dengan meresmikan motor listrik anyar bernama MUL.E. Setelah melalui serangkaian uji coba, kendaraan roda dua ini resmi masuk dalam dinas Angkatan Bersenjata Ukraina dan dirancang untuk bertahan di kondisi medan tempur yang paling berat sekalipun.

Berbeda dari motor militer konvensional, MUL.E punya peran ganda. Selain membawa personel, motor ini juga bisa berfungsi sebagai stasiun daya keliling untuk mengisi baterai drone FPV, radio, ponsel, dan perangkat elektronik lainnya saat bertugas jauh dari sumber listrik.

Mampu Melintasi Area Ranjau Darat

Fitur paling menarik dari MUL.E adalah kemampuannya melintasi ladang ranjau anti-kendaraan. Bobot motor yang ringan dan tekanan tanah yang rendah membuatnya tidak memicu ledakan ranjau yang dirancang untuk kendaraan berat seperti truk atau tank.

Ban off-road yang lebar disebut mampu menyebar bobot motor secara merata, mirip seperti tekanan telapak kaki prajurit infanteri. Desain ini juga membuat MUL.E lincah melintasi pasir, rawa, salju tebal, dan tanah berlumpur yang biasanya menyulitkan kendaraan militer lain.

Performa dan Spesifikasi MUL.E

Motor ini menggunakan konfigurasi 2x2 all-wheel drive dengan dua motor listrik independen. Jika salah satu motor rusak, motor lainnya masih bisa menggerakkan kendaraan untuk keluar dari area bahaya. Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut motor ini memiliki jangkauan tempuh hampir 100 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Kebisingan operasionalnya pun minim, memungkinkan pasukan bergerak secara senyap. Motor ini mampu membawa dua prajurit, mengangkut personel yang terluka, menarik trailer bermuatan, serta membawa kargo kecil untuk logistik jarak pendek.

Generator Bensin Portabel untuk Drone

Peran kedua MUL.E datang dari generator bensin yang bisa dilepas. Generator ini berfungsi mengisi ulang baterai motor saat daya habis, sekaligus menjadi sumber listrik portabel untuk unit kecil di lapangan. Prajurit bisa menggunakannya untuk mengisi daya baterai drone FPV, radio komunikasi, hingga ponsel saat beroperasi jauh dari jaringan listrik.

Kombinasi ini mengubah fungsi motor dari sekadar alat transportasi menjadi infrastruktur bergerak yang mendukung operasi tempur jarak jauh.

Perluasan Armada Motor Listrik Militer

MUL.E bukan satu-satunya motor listrik yang digunakan Ukraina. Sebelumnya pada Juni lalu, Ukraina juga menyetujui penggunaan WOLFSTORM, motor listrik yang mampu melaju hingga 80 km/jam dengan dua prajurit bersenjata lengkap. WOLFSTORM dirancang dengan tanda panas dan akustik yang rendah untuk mengurangi deteksi musuh.

Ukraina terus memperluas pengadaan motor untuk kebutuhan militernya. Badan Pengadaan Pertahanan Ukraina telah mengontrak 1.500 unit motor pada 2026. Proses lelang yang kompetitif disebut berhasil menghemat anggaran negara hampir 290 ribu dolar AS (sekitar Rp 4,8 miliar) dalam pembelian motor terbaru.

Keberhasilan MUL.E di medan perang sebenarnya masih bergantung pada performa operasionalnya, bukan sekadar spesifikasi teknis di atas kertas. Namun, langkah Ukraina ini menunjukkan arah baru mobilitas tempur yang lebih senyap, adaptif, dan mandiri secara energi.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top