LAHAT — Aksi pencurian meteran air kini menjadi ancaman baru bagi warga Kabupaten Lahat. Perumda Tirta Lematang mencatat setidaknya 40 pelanggan telah melaporkan kehilangan meteran air di kediaman mereka. Yang mengejutkan, aksi ini bahkan menyasar hingga ke rumah orang tua direktur utama perusahaan daerah tersebut.
Para pelaku diketahui mengincar material kuningan yang terdapat di dalam alat meteran. Material tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Anda Wijaya, Direktur Perumda Tirta Lematang, mengungkapkan bahwa pelaku nekat beraksi meskipun meteran air berada di halaman rumah yang terkunci pagar.
“Memang meresahkan maling meteran air tersebut. Orang tua saya juga menjadi korban dan harus mengganti meteran air,” ujar Anda Wijaya kepada wartawan, Senin lalu.
Setiap pelanggan yang kehilangan meteran air harus menanggung sendiri biaya penggantian. Perumda Tirta Lematang menetapkan harga Rp400 ribu per unit untuk meteran baru. Biaya ini menjadi beban tambahan di tengah kebutuhan air bersih yang mendesak.
Menanggapi maraknya pencurian, Anda Wijaya mengimbau seluruh pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga memberikan pengamanan tambahan pada lokasi pemasangan meteran air, seperti mengelas besi pelindung atau memasang boks pengaman.
“Siapapun yang dapat menangkap maling meteran air, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Biar ada jera buat si maling ini,” katanya.
Meski perangkat tersebut merupakan aset PDAM, kehilangan meteran air menjadi tanggung jawab pelanggan. Sebab, alat tersebut berada di lingkungan rumah masing-masing pelanggan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai penangkapan pelaku oleh aparat kepolisian.
Warga yang melihat atau mencurigai aksi pencurian diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi hotline PDAM Tirta Lematang.