Startup Bidbus Kumpulkan Dana Rp 240 M, Bikin Lelang Mobil Bekas Lewat Aplikasi

Penulis: Rizal Fikri  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 04:27:01 WIB
Bidbus hadirkan lelang mobil bekas digital dengan sistem live bids di aplikasi.

SUMATERA SELATAN — Bosan dengan tawaran buyback mobil yang kecil? Sebuah startup bernama Bidbus menawarkan alternatif dengan sistem lelang digital. Alih-alih menjual ke satu dealer atau menggunakan jasa instant offer, pemilik mobil bisa memasukkan kendaraannya ke platform Bidbus dan membiarkan dealer-dealer terdaftar saling menawar dalam waktu beberapa jam.

Selisih Harga hingga Rp 30 Juta

Menurut Duke Yan, CEO dan Co-founder Bidbus, rata-rata penawaran yang diterima penjual di platform mereka lebih tinggi USD 2.000 hingga USD 3.000 (sekitar Rp 32-48 juta) dibandingkan tawaran dari Carvana. "Keterjangkauan mobil bekas bukan masalah pembiayaan, melainkan masalah efisiensi pasar," ujar Yan dalam wawancara eksklusif dengan TechCrunch.

Yan mencontohkan pengalaman pribadinya saat membantu ibunya menjual mobil. Tawaran dealer sangat rendah, sehingga ia memasukkan mereka ke dalam grup chat. Di luar dugaan, para dealer justru saling menaikkan harga. Dari situlah ide Bidbus lahir.

Cara Kerja: Live Bids ala Saham

Bidbus memanfaatkan celah antara harga yang bersedia dibayar dealer dan harga yang ditawarkan platform beli mobil instan. Setelah kendaraan disetujui masuk platform, dealer hanya punya waktu beberapa jam untuk mengajukan penawaran. Tawaran tersebut ditampilkan secara langsung (live bids) dengan font besar di aplikasi.

Yan sengaja mendesain antarmuka seperti aplikasi trading saham Robinhood. "Visi kami membuat jual mobil setransparan dan sekompetitif trading saham, di mana harga ditentukan oleh kompetisi pasar, bukan satu pembeli," jelasnya. Pengguna juga didorong membagikan tangkapan layar proses lelang ke media sosial untuk menarik penjual baru.

Pendanaan Seri A dan Strategi Ekspansi

Putaran Seri A senilai USD 15 juta dipimpin oleh Ibex Investors, sebuah dana ventura yang fokus pada mobilitas tahap awal. Turut serta Mucker Capital, FJ Labs, Motley Fool Ventures, Data Point Capital, Walter Ventures, dan Yossi Levi dari Car Dealership Guy.

Jeff Peters, Partner di Ibex Investors, awalnya ragu berinvestasi karena Bidbus hanya beroperasi di Los Angeles. Namun setelah ekspansi ke pasar baru dan menggaet grup dealer besar seperti Lithia Motors dan Penske Automotive, Peters yakin model bisnis ini skalabel. "Pada akhirnya, mereka memberi nilai tambah USD 2.000-3.000 untuk konsumen dan akses inventaris baru bagi dealer," ujarnya.

Kendala dan Pembelajaran

Meski terlihat mulus, perjalanan Bidbus tidak mudah. Yan mengaku sempat harus memblokir salah satu dealer terbesarnya karena sering menawar rendah seenaknya. "Itu menyakitkan pada awalnya, tetapi sekarang platform kami lebih baik dari sebelumnya. Kami punya lima hingga delapan dealer seperti dia yang membeli banyak mobil dan menjaga standar pengalaman yang kami inginkan," ungkap Yan.

Hingga saat ini, Bidbus telah membantu menjual sekitar 10.000 mobil. Peters optimistis pasar akan terus tumbuh karena Carvana telah membuktikan bahwa jual mobil secara online itu mudah. "Sekarang orang akan mencari penawaran terbaik, bagaimana pun caranya," pungkasnya.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top