SUMATERA SELATAN — Cedera terbaru menimpa pemain Tottenham Hotspur itu saat berlatih bersama skuad The Three Lions sehari sebelum pertandingan di Estadio Azteca. Dengan absennya Spence, Tuchel kehilangan satu lagi opsi spesialis bek kanan setelah Reece James masih dalam pemulihan cedera hamstring dan Tino Livramento yang absen total di turnamen ini.
Tanpa Spence, pelatih asal Jerman itu memiliki tiga skenario untuk mengisi pos yang krusial. Opsi pertama adalah memainkan gelandang serba bisa Declan Rice sebagai bek kanan, sebuah eksperimen yang sudah dicoba saat menang 2-1 atas DR Congo di babak sebelumnya.
"Kami memang menggunakan Rice di bek kanan pada akhir laga melawan DR Congo dan pertahanan terlihat lebih solid. Tapi itu berarti kami kehilangan dia di lini tengah," demikian analisis dari situasi yang dihadapi Tuchel. Alternatif lain adalah menggeser Ezri Konsa ke sisi kanan atau memanggil Jarell Quansah yang sudah kembali berlatih setelah cedera pergelangan kaki.
Keputusan Tuchel untuk tidak membawa Trent Alexander-Arnold ke Piala Dunia 2026 menuai konsekuensi besar. Real Madrid full-back itu ditinggal di rumah, namun kini tim justru dirundung masalah cedera di posisi spesifik yang biasa dihuninya. Situasi ini menjadi ironi tersendiri bagi skuad yang sebelumnya tampil perkasa di fase grup tanpa terkalahkan melawan Kroasia, Ghana, Panama, dan DR Congo.
Selain masalah cedera, Inggris juga harus beradaptasi dengan kondisi ekstrem Stadion Azteca yang berada di ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut. Sebagai perbandingan, titik tertinggi di Inggris Raya, Gunung Ben Nevis, hanya mencapai 1.345 meter. Faktor ini bisa mempengaruhi kebugaran pemain, apalagi dengan komposisi skuad yang tidak dalam kondisi prima.
Catatan historis Inggris di stadion ini juga kurang mentereng: tiga kekalahan, dua kemenangan, dan satu hasil imbang. Satu-satunya hasil seri justru terjadi melawan Meksiko di laga persahabatan tahun 1969. Momen paling kelam tentu saja kekalahan di Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol "Tangan Tuhan" yang mengeliminasi Inggris.