PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda tiga kabupaten di Sumatera Selatan, memaksa BPBD setempat mengerahkan armada udara untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui tim darat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa empat helikopter dikerahkan pada operasi pemadaman Minggu kemarin. “Kita menurunkan empat helikopter water bombing kemarin. Ada belasan hektare lahan yang terbakar,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Di Kabupaten Banyuasin, karhutla terjadi di dua kecamatan. Di Kecamatan Banyuasin III, lahan seluas sekitar 4 hektare terbakar, sementara di Kecamatan Rantau Bayur area terbakar mencapai 3 hektare.
BPBD mengerahkan dua helikopter khusus untuk wilayah ini. Penyiraman air dari udara dilakukan sebanyak 9 kali di Banyuasin III dan 55 kali di Rantau Bayur. Namun, Sudirman mencatat bahwa di Rantau Bayur masih terlihat asap meski proses pemadaman dinyatakan selesai.
Di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, proses pemadaman berlangsung lebih intensif. Tim mengerahkan 62 kali water bombing hingga api berhasil dipadamkan. Operasi ini juga dibantu oleh tim darat yang turun langsung ke lokasi.
Sementara di Kabupaten OKU Timur, titik api berada di Kecamatan Madang Suku I. Penanganan dilakukan dengan sembilan kali penyiraman dari udara dan api dilaporkan sudah padam.
Sudirman mengatakan operasi pemadaman akan terus berlanjut menyesuaikan kondisi di lapangan. Selain armada udara, tim darat tetap disiagakan, terutama di wilayah yang masih dapat dijangkau kendaraan.
“Helikopter dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lokasi sulit dijangkau sekaligus mencegah api meluas,” katanya.
BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang mulai kering disebut berpotensi memperbesar risiko kebakaran. Warga diminta segera melapor jika menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas.