Pemprov Sumsel dan BI Gelar FESyar 2026 di Palembang, Targetkan Percepatan Ekonomi Syariah Lewat 3 Pilar Utama

Penulis: Amril Fauzan  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 16:01:31 WIB
Pemprov Sumsel dan Bank Indonesia resmi membuka FESyar Regional Sumatera 2026 di Palembang.

PALEMBANG — Ekonomi syariah di Sumatera Selatan mendapat dorongan baru lewat penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026. Acara yang berlangsung pada 5-7 Juni 2026 di Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Centre (PSCC) ini digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel bersama Pemprov Sumsel dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel.

Mengapa FESyar 2026 Jadi Instrumen Strategis?

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono menegaskan bahwa FESyar bukan sekadar pameran, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera. “FESyar merupakan sarana untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya di Palembang, Kamis.

Penguatan tersebut dilakukan melalui tiga pilar utama: penguatan ekosistem produk halal, penguatan sektor keuangan syariah, serta penguatan literasi, inklusi, dan halal lifestyle. Ketiga pilar ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

122 Pelaku Usaha dan Booth Wakaf Kopi Khas Sumatera

Sebanyak 122 pelaku usaha dari berbagai sektor ambil bagian dalam pameran produk halal. Mereka menampilkan beragam produk mulai dari makanan dan minuman olahan, wastra, modest fashion, kerajinan, hingga kuliner khas Sumatera. Salah satu daya tarik utama adalah booth Wakafein Kopi “The Taste of Sumatera” yang menyajikan kopi unggulan dari 10 provinsi di Sumatera.

Uniknya, pengunjung bisa menikmati kopi tersebut dengan donasi wakaf minimal Rp15.000. Model ini menjadi contoh konkret integrasi antara gaya hidup halal dan ekonomi sosial syariah.

Dukungan Pemprov: Sejalan dengan RPJMN 2025-2029

Asisten Perekonomian Setda Sumsel Basyaruddin mengatakan penyelenggaraan FESyar sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. “FESyar menjadi momentum untuk memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pemprov Sumsel menempatkan ekonomi syariah sebagai salah satu misi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

Agenda Hiburan dan Edukasi: Tabligh Akbar hingga Zakat Run

Selain pameran dan seminar, FESyar Regional Sumatera 2026 juga menghadirkan Tabligh Akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada Jumat (5/6) malam di PSCC. Acara ini diprediksi akan menarik ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Pada Minggu (7/6), digelar FESyar Zakat Wakaf (ZAWA) Run Sumatera sebagai kampanye gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat dan wakaf. Rangkaian acara akan ditutup dengan penampilan penyanyi religi Opick pada malam harinya.

FAQ: Apa Itu FESyar dan Siapa yang Bisa Ikut?

Apa itu FESyar Regional Sumatera?
FESyar adalah festival ekonomi syariah tahunan yang digelar Bank Indonesia bersama pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem halal, keuangan syariah, dan literasi masyarakat.

Siapa saja yang bisa berpartisipasi?
Acara ini terbuka untuk umum. Masyarakat bisa mengikuti pameran, seminar, kompetisi, tabligh akbar, hingga kegiatan olahraga seperti ZAWA Run. Pelaku usaha UMKM produk halal juga bisa mendaftar sebagai peserta pameran.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top