7.000 Lebih Jemaah Haji Sumsel Mulai Jalani Puncak Armuzna, Berikut Tantangan Terberat di Arafah hingga Mina

Penulis: Fauzan Akbar  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:21:17 WIB
Jemaah haji Sumsel mulai menjalani puncak Armuzna dengan kesiapan penuh di Arafah.

PALEMBANG — Sebanyak 7.044 jemaah haji asal Sumatera Selatan kini tengah memasuki fase Armuzna, rangkaian puncak ibadah yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel, Muhamad Arkan Nurwahiddin, mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah telah bersiap menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah 1447 Hijriah.

Fase ini menjadi momen paling menentukan sekaligus paling menantang. Selain suhu panas yang bisa mencapai 45 derajat Celsius, jemaah harus bergerak dalam kepadatan jutaan manusia dari berbagai negara. Perpindahan dari Arafah ke Muzdalifah, lalu ke Mina untuk melempar jumrah, menguras tenaga dan kesabaran.

Mengapa Fase Armuzna Disebut Paling Berat bagi Jemaah

Tantangan utama bukan hanya fisik. Di Padang Arafah, jemaah berdiri berjam-jam tanpa perlindungan dari terik matahari. Arkan menyebut momen ini sebagai puncak penghambaan, di mana perbedaan jabatan dan kedudukan luntur. "Yang tersisa hanyalah hati yang tunduk dan doa-doa kepada Allah," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Kepadatan di Mina saat prosesi lempar jumrah juga menjadi ujian tersendiri. Jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit menjadi prioritas pendampingan petugas. Arkan menginstruksikan agar pembimbing ibadah, ketua rombongan, dan ketua regu terus bersiaga membantu kebutuhan jemaah di maktab maupun saat perpindahan.

Peran Petugas: Pelayan yang Lembut Hati dan Kuat Tenaga

Petugas haji daerah tidak hanya bertugas mengatur logistik, tetapi juga menjadi penenang di tengah tekanan fisik dan emosional jemaah. Arkan memberikan pesan khusus kepada mereka: "Jadilah pelayan jemaah yang lembut hatinya, kuat tenaganya, dan luas kesabarannya."

Pendampingan ekstra diberikan kepada lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan rentan. Setiap kloter telah dibekali informasi kontak petugas medis dan koordinator lapangan. Keluarga di Sumsel pun dapat memantau kondisi kerabatnya melalui grup kloter dan laporan petugas di Arab Saudi.

Doa dan Harapan di Puncak Ibadah

Bagi jemaah asal Sumsel, fase Armuzna menjadi momen paling emosional. Di sinilah mereka memperbanyak doa, istighfar, dan memohon predikat haji mabrur. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan membawa keberkahan ibadah yang sempurna.

Arkan mengimbau jemaah untuk menjaga asupan cairan, menghindari paparan matahari langsung saat tidak diperlukan, dan mengatur energi agar tidak kelelahan. "Kami terus memantau kondisi di lapangan. Semua petugas bekerja maksimal agar jemaah Sumsel bisa fokus beribadah," pungkasnya.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: sumsel.suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top