Gubernur Sumsel Herman Deru Instruksikan Transaksi Non-Tunai dan Pendampingan Inspektorat untuk PMI Empat Daerah

Penulis: Amril Fauzan  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 15:49:13 WIB
Gubernur Herman Deru melantik pengurus PMI empat daerah di Griya Agung Palembang, Sabtu (23/5/2026).

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melantik kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kabupaten PALI di Griya Agung Palembang, Sabtu (23/5/2026). Dalam sambutannya, ia menyoroti dua hal utama: legalitas organisasi dan akuntabilitas keuangan.

“Administrasi harus tertib. Buatkan payung hukum atau peraturan organisasi internal yang tetap sesuai dengan aturan PMI Pusat,” tegas Herman Deru yang juga menjabat Pelindung PMI Sumsel.

Empat Prinsip Pengelolaan Anggaran yang Ditekankan Gubernur

Herman Deru merinci empat prinsip yang wajib dipegang pengurus baru. Pertama, seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai. Kedua, tidak boleh ada markup dalam setiap transaksi. Ketiga, dilarang ada kegiatan fiktif. Keempat, setiap kegiatan harus memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga meminta Bank Sumsel Babel mendampingi proses transisi ke sistem non-tunai. “Perputaran dana, baik dari hibah maupun CSR, harus tercatat dengan jelas keluar dan masuknya,” ujarnya.

Pendampingan Inspektorat untuk Cegah Penyimpangan Sejak Dini

Gubernur menginstruksikan pengurus PMI yang baru dilantik untuk segera menggandeng Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau Inspektorat. Pendampingan dilakukan secara berkala sejak awal, terutama terkait pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) dan dana hibah.

“Pak Sekda, saya minta dibuatkan surat tembusan ke kabupaten/kota agar meminta pendampingan dari inspektorat masing-masing,” tambah Herman Deru di hadapan Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra yang turut hadir.

Ketua PMI Provinsi: Bantuan Lebih Baik dalam Bentuk Barang

Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, mengingatkan bahwa amanah kepengurusan menuntut pertanggungjawaban. “Niat baik saja tidak cukup, kita tetap dituntut bertanggung jawab melalui laporan keuangan yang akuntabel,” ujarnya.

Feby menyarankan agar bantuan kemanusiaan ke depan lebih diprioritaskan dalam bentuk barang. Menurutnya, penyaluran ke masyarakat bisa lebih cepat dan pertanggungjawabannya sesuai prosedur. Ia juga mendorong sistem “jemput bola” untuk memenuhi kebutuhan darah yang tinggi, termasuk bagi ibu hamil dan anak penderita talasemia.

PMI Diminta Perluas Jejaring hingga Tingkat Desa

Selain tata kelola keuangan, Herman Deru meminta PMI aktif menjalin kemitraan melalui nota kesepahaman (MoU). Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan menggalakkan sosialisasi pertolongan pertama secara berkala dengan melibatkan Palang Merah Remaja (PMR).

Kegiatan bertema “Bergerak Bersama, Berbakti untuk Kemanusiaan” ini diawali dengan pembacaan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyematan pin organisasi oleh Ketua PMI Provinsi Sumsel.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: viralsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top