EMPAT LAWANG — Debit air Sungai Lintang Kanan melonjak drastis setelah hujan lebat mengguyur wilayah Empat Lawang sejak Rabu malam. Arus liar yang deras menghantam struktur jembatan gantung di kawasan Peraduan hingga ambruk dan terseret arus, Kamis (21/5/2026). Tak hanya itu, fasilitas objek wisata Air Lintang Indah di Desa Muara Danau juga mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang tersebut.
Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, membenarkan peristiwa ini. Ia menyatakan telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menetapkan status siaga terhadap potensi bencana susulan. "Saya sudah instruksikan seluruh jajaran untuk menetapkan status siaga terhadap potensi bencana susulan," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, Hendra Lezi, mengaku telah menurunkan personel untuk standby penuh di lapangan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan posko desa dan kecamatan untuk melakukan pemantauan selama 24 jam penuh.
"Kami sudah standby dengan semua peralatan evakuasi dan logistik yang diperlukan, sesuai dengan arahan langsung Bapak Bupati melalui telepon," kata Hendra.
Hingga saat ini, aliran Sungai Lintang Kanan masih dalam kondisi deras. BPBD mengimbau warga yang tinggal di lereng perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal tanah longsor. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi bantaran sungai karena debit air yang masih tinggi dan arus yang sangat kuat.
"Jangan panik tapi tetap waspada, serta segera melapor ke posko bencana atau pemerintah setempat jika mendapati situasi darurat yang membutuhkan evakuasi cepat," tutup Hendra.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang ini. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk selalu siaga menghadapi kemungkinan bencana susulan.