PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menggelar rapat dengan jajaran direksi PT Pelindo (Persero) di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026), untuk membahas realisasi proyek strategis tersebut. Dalam pertemuan itu, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi kemanusiaan bagi warga yang selama 15 tahun terakhir hidup berdampingan dengan kemacetan truk raksasa.
Herman Deru menyebut Palembang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang masih memiliki pelabuhan aktif di tengah kawasan perkotaan. Aktivitas bongkar muat dan lalu lintas truk kontainer dari Pelabuhan Boom Baru serta Sungai Lais selama ini menjadi biang keladi kemacetan parah di sejumlah ruas jalan protokol.
"Persoalan kita adalah padatnya lalu lintas. Hanya Palembang yang pelabuhannya berada di tengah kota. Ini bukan salah Pelindo, tetapi kenyataannya kondisi semakin padat," ujar Herman Deru dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Pemprov Sumsel memastikan tidak akan menutup Pelabuhan Boom Baru maupun Sungai Lais. Namun, aktivitas logistik di kawasan perkotaan akan diperketat secara bertahap. Herman Deru menegaskan bahwa truk angkutan berat tidak lagi diizinkan melintasi jalan-jalan utama di tengah kota demi keselamatan, kenyamanan, dan estetika.
"Kita ingin percepatan Tanjung Carat ini terealisasi agar aktivitas logistik tidak lagi terpusat di tengah kota. Dukungan terhadap pelabuhan lama tetap ada, tetapi aktivitas nonpelabuhan dan lalu lintas truknya yang akan diperketat," tegasnya.
Pelabuhan Tanjung Carat diproyeksikan menjadi pelabuhan internasional yang akan mengintegrasikan aktivitas ekspor-impor Sumatera Selatan secara lebih efisien. Proyek ini diharapkan mampu memindahkan pusat logistik dari perkotaan ke kawasan pesisir yang lebih luas dan jauh dari pemukiman padat penduduk.
Selain mengurai kemacetan, Herman Deru menilai pembangunan ini memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. "Namun, untuk Tanjung Carat ini ceritanya sedikit berbeda. Selain membuka gerbang ekspor, sejak awal saya juga memikirkan aspek kemanusiaan," katanya.
Kebijakan ini akan langsung dirasakan oleh pengguna jalan di Palembang, khususnya di ruas-ruas yang selama ini menjadi jalur utama truk kontainer seperti Jalan Kolonel H. Burlian, Jalan Jenderal Sudirman, dan kawasan sekitar Pelabuhan Boom Baru. Dengan berkurangnya kendaraan berat, risiko kecelakaan dan kerusakan jalan diperkirakan menurun signifikan.
Pemprov Sumsel belum merilis jadwal pasti pengalihan rute truk, namun percepatan pembangunan Tanjung Carat menjadi indikasi kuat bahwa kebijakan ini akan segera diterapkan dalam waktu dekat.