Tim DVI Polri Identifikasi 11 Jenazah Tambahan Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Melalui Uji DNA

Penulis: Hamdani Putra  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:52:01 WIB
Tim DVI Polri melakukan identifikasi 11 jenazah korban kecelakaan bus ALS melalui uji DNA di Sumatera Selatan.

SUMATERA SELATAN — Proses identifikasi korban kecelakaan massal bus ALS di jalur Lintas Sumatera memasuki fase krusial dengan digunakannya metode saintifik tingkat tinggi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengonfirmasi bahwa identitas 11 korban baru berhasil dipastikan setelah melalui pencocokan material genetik yang rumit. Langkah ini diambil guna menjamin akurasi mutlak di tengah kondisi jenazah yang sulit dikenali melalui identifikasi visual biasa.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi antara Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri dengan Bid Dokkes Polda Sumatera Selatan. Fokus utama tim saat ini adalah memberikan kepastian hukum dan emosional bagi keluarga yang telah menunggu sejak insiden tragis tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) lalu.

Metode Ilmiah dan Rigoritas Identifikasi Forensik

Identifikasi melalui DNA merupakan "gold standard" dalam kedokteran kepolisian, terutama saat metode primer lain seperti sidik jari atau pemeriksaan gigi tidak memungkinkan. Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty, menjelaskan bahwa setiap sampel harus melewati protokol internasional yang ketat sebelum status identitas dinyatakan valid.

“Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem agar identitas korban benar-benar akurat,” jelas Sumy Hastry Purwanty.

Proses rekonsiliasi ini mempertemukan data medis yang diambil dari jenazah (post mortem) dengan data pembanding dari keluarga kandung (ante mortem). Ketelitian dalam tahap ini sangat vital karena hasil identifikasi DVI memiliki konsekuensi hukum yang luas, termasuk terkait penerbitan akta kematian dan pengurusan hak-hak ahli waris.

Daftar 11 Penumpang yang Teridentifikasi Melalui Sampel Biologis

Berdasarkan data resmi yang dirilis Polda Sumatera Selatan, berikut adalah nama-nama korban yang identitasnya telah terverifikasi secara medis melalui metode DNA:

  • Aldi Sulistiawan bin Anwarudin
  • Hj. Syamsiah Bachri binti Samaah
  • Zulpan Efendi bin Gusti
  • Agustina Maharani binti Kambali
  • Martoni bin Mardani
  • Aryanto bin Yasin
  • Klinton Wardana Marbun bin Dohar Saut Marbun
  • Bahrul Ulum
  • Syafruddin NST
  • Alif Supriyatin
  • Budiyanto

Hingga saat ini, masih terdapat tiga jenazah yang berada di ruang forensik untuk menjalani analisis laboratorium lanjutan. Tim ahli terus berupaya mempercepat proses profiling DNA agar seluruh manifes penumpang yang menjadi korban dapat segera dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Urgensi Kepastian Identitas dalam Penanganan Musibah Massal

Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana, menegaskan bahwa kecepatan kerja tim forensik tidak boleh mengesampingkan aspek profesionalisme dan humanisme. Kepolisian memandang proses identifikasi bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bentuk penghormatan terakhir terhadap martabat para korban.

“Kami memastikan seluruh tahapan penanganan korban dilakukan secara maksimal, mulai dari proses evakuasi, identifikasi, hingga pendampingan administrasi pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegas Rony Samtana.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa transparansi informasi menjadi kunci dalam meredam ketidakpastian di tengah masyarakat. Polda Sumatera Selatan juga tetap membuka Posko DVI di RS Bhayangkara M Hasan Palembang bagi warga yang merasa memiliki anggota keluarga dalam manifes bus tersebut namun belum memberikan sampel pembanding.

Keberhasilan identifikasi ini juga menjadi bagian penting dari penyidikan kecelakaan lalu lintas tersebut. Dengan dipastikannya identitas dan posisi duduk korban, penyidik dapat merekonstruksi lebih akurat dampak benturan dan faktor-faktor penyebab fatalitas dalam kecelakaan maut di jalur lintas provinsi tersebut.

FAQ: Memahami Proses DVI dan Identifikasi DNA

Apa itu metode DVI dalam identifikasi korban kecelakaan massal?
Disaster Victim Identification (DVI) adalah prosedur standar internasional (Interpol) yang digunakan untuk mengidentifikasi korban dalam bencana atau kecelakaan massal. Prosedur ini terdiri dari lima fase: Olah TKP, pemeriksaan jenazah (post mortem), pengumpulan data keluarga (ante mortem), rekonsiliasi (pencocokan), dan debriefing.

Mengapa identifikasi DNA membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan metode lain?
Berbeda dengan sidik jari yang bisa langsung dicocokkan, identifikasi DNA memerlukan proses laboratorium yang kompleks, meliputi ekstraksi sel, penggandaan materi genetik, hingga pembacaan profil DNA. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi untuk menghindari kontaminasi silang, terutama jika kondisi sampel biologis dari lokasi kejadian sudah mengalami degradasi.

Reporter: Hamdani Putra
Sumber: viralsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top