PALEMBANG — Meski sudah memasuki masa peralihan, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masih harus waspada terhadap potensi cuaca buruk. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang di belasan daerah.
Potensi cuaca ekstrem ini diprakirakan merata di 13 kabupaten dan kota di Sumsel. Masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Beberapa daerah yang masuk dalam daftar peringatan antara lain mencakup wilayah sekitar Palembang dan daerah-daerah penyangga.
Fenomena yang perlu diwaspadai bukan hanya genangan air. Kombinasi antara hujan deras, petir, dan angin kencang dapat memicu sejumlah risiko, seperti pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga gangguan pada jaringan listrik. BMKG mengingatkan bahwa potensi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan kilat serta angin kencang diperkirakan dapat terjadi di 13 wilayah,” demikian peringatan yang dirangkum dari BMKG. Pihaknya juga menekankan bahwa kondisi cuaca ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap siaga. Beberapa langkah antisipatif bisa dilakukan, seperti memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin, serta memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG. Bagi nelayan atau pelaku transportasi sungai, kewaspadaan ekstra juga diperlukan mengingat potensi peningkatan kecepatan angin.
Cuaca ekstrem di masa pancaroba memang menjadi siklus tahunan yang perlu diantisipasi. Dengan informasi yang cepat dan tepat, diharapkan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa bisa diminimalkan. Warga Sumsel diharapkan terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dari sumber terpercaya.