Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah Menjadi 18 Orang

Penulis: Syahril Hamid  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:37:34 WIB
Tim DVI Polda Sumsel mengonfirmasi jumlah korban meninggal kecelakaan bus ALS di Muratara bertambah menjadi 18 orang.

PALEMBANG — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penambahan jumlah korban jiwa dalam insiden kecelakaan hebat antara bus ALS dan truk tangki di wilayah Muratara. Berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru terhadap 16 kantong jenazah yang diterima, total korban tewas kini tercatat sebanyak 18 orang.

Kepala RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Santoso menyatakan, penambahan ini diketahui setelah petugas melakukan pemisahan terhadap bagian tubuh di dalam kantong jenazah. Sebelumnya, satu korban dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD Rupit.

Bagaimana Tim DVI Menemukan Korban Tambahan?

Proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI Mabes Polri mengungkap fakta memilukan di balik tumpukan kantong jenazah. Petugas menemukan adanya dua potongan tubuh berbeda yang berada dalam satu kantong jenazah dalam posisi saling menempel pada bagian ketiak.

Kombes Pol dr Budi Santoso menjelaskan bahwa awalnya tim medis menerima 16 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Namun, ketelitian dalam proses pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa salah satu kantong berisi sisa tubuh dari dua individu yang berbeda.

“Dari hasil pemeriksaan lanjutan, terdapat dua potongan tubuh yang saling menempel di bagian ketiak. Berdasarkan identifikasi, potongan tersebut berasal dari dua orang yang berbeda,” ujar dr Budi saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat malam.

Identifikasi Balita dan Penemuan Dokumen Identitas

Kondisi potongan tubuh yang ditemukan dalam kondisi rusak parah akibat kebakaran hebat yang menyusul kecelakaan tersebut. Skala kerusakan yang tinggi membuat tim medis belum bisa menentukan jenis kelamin korban tambahan ini secara pasti melalui pemeriksaan visual awal.

Meski demikian, dr Budi menyebut dugaan sementara menunjukkan bahwa korban merupakan anak-anak. Hal ini didasarkan pada ukuran potongan tubuh yang ditemukan oleh tim di meja identifikasi.

“Potongan tubuh itu diduga milik anak kecil atau balita. Kondisinya sangat hancur sehingga identifikasi membutuhkan proses lebih mendalam,” ungkapnya pada Sabtu (8/5/2026).

Di samping temuan jenazah, petugas juga mengamankan petunjuk penting berupa dompet cokelat di kantong jenazah bernomor PM 09. Di dalam dompet tersebut, tim menemukan dokumen kependudukan lengkap atas nama Sukino, yang mencakup KTP, SIM, hingga kartu ATM.

Hingga saat ini, Tim DVI terus bekerja ekstra untuk mencocokkan data post-mortem dengan data ante-mortem dari pihak keluarga. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh identitas korban dapat terverifikasi sebelum diserahkan kepada ahli waris untuk proses pemakaman.

Reporter: Syahril Hamid
Sumber: linggaupos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top