PALEMBANG — Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperluas jangkauan pelayanan publik dengan meresmikan Kedai ADO Presisi di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim I, Seberang Ulu I. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dasar pengemudi transportasi daring yang beroperasi di wilayah perkotaan.
Langkah tersebut tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi. Polda Sumsel mengaktifkan program serupa secara serentak di 21 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Kehadiran kedai ini menjadi upaya konkret kepolisian dalam merespons tantangan ekonomi yang dihadapi para pekerja sektor informal.
Di lokasi ini, para pengemudi ojek online (ojol) dapat mengakses berbagai layanan penunjang produktivitas dalam satu kawasan terpadu. Tersedia bengkel ringan untuk perawatan rutin kendaraan, layanan pencucian motor, serta ruang istirahat yang memadai bagi driver yang telah menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan.
Aspek kesejahteraan juga menjadi prioritas melalui penyediaan kantin dengan harga yang lebih terjangkau dibanding warung umum. Keberadaan kantin ini sekaligus menjadi ruang interaksi sosial untuk memperkuat solidaritas sesama pengemudi saat menunggu pesanan pelanggan.
Pengelola juga menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan berkala untuk memastikan kondisi fisik para pengemudi tetap prima. Fasilitas ibadah yang bersih dan nyaman turut melengkapi kawasan ini, menjadikannya ruang yang mendukung kebutuhan spiritual masyarakat di sela kesibukan bekerja.
Selain fungsi pemberdayaan ekonomi, Kedai ADO Presisi berperan sebagai simpul komunikasi antara aparat kepolisian dan komunitas masyarakat. Interaksi dua arah yang terjalin di lokasi ini mempermudah pertukaran informasi terkait situasi keamanan di lapangan secara cepat dan akurat.
Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, menyatakan bahwa fasilitas ini memiliki nilai strategis dalam membangun kedekatan emosional dengan warga. Keberadaan ruang silaturahmi ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang silaturahmi untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan,” ujar Sandi Nugroho saat memberikan keterangan resmi di lokasi peresmian.
Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Asrul Indrawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kepolisian tersebut. Menurutnya, fasilitas ini sangat membantu operasional ribuan pengemudi yang selama ini kesulitan mencari tempat istirahat dan perawatan kendaraan yang layak dengan harga miring.
“Ini sangat meringankan beban operasional kami dan menjadi tempat berkumpul yang aman,” ungkap Asrul. Ia berharap program pemberdayaan seperti ini dapat terus diperluas dengan dukungan dari pemerintah daerah maupun sektor swasta di masa mendatang.
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik Polri yang semakin adaptif. Kehadiran kedai di 21 titik diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial dan meredam potensi konflik di tingkat akar rumput melalui pendekatan yang lebih humanis.