PALEMBANG — Penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan menuntut kerja bersama yang masif dan berkelanjutan, bukan upaya parsial per instansi. Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana menyampaikan hal itu di hadapan rombongan Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 yang berkunjung ke Mapolda Sumsel.
Rony menekankan setiap pemangku kepentingan perlu menyamakan visi dan menyusun langkah nyata di lapangan. Koordinasi yang solid dinilai lebih menentukan ketimbang kerja sendiri-sendiri.
Dalam arahannya, Rony mengingatkan risiko sikap saling menyalahkan saat persoalan karhutla muncul. Menurut dia, tiap instansi punya peran dan tanggung jawab yang semestinya saling melengkapi.
Perbedaan pendapat yang dibiarkan melebar, kata Rony, justru melemahkan upaya penanganan di lapangan. Ia meminta seluruh elemen bangsa menjaga persatuan sebagai landasan menghadapi tantangan.
"Semangat kebersamaan harus menjadi landasan utama dalam menghadapi setiap tantangan. Seluruh elemen bangsa merupakan satu kesatuan yang tidak boleh terpecah belah oleh perbedaan kepentingan maupun pengaruh pihak luar yang berpotensi melemahkan persatuan nasional," ujar Kapolda Sumsel.
Rony menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pencegahan karhutla. Peran warga dinilai krusial lewat peningkatan kesadaran lingkungan dan kepedulian terhadap potensi kebakaran.
Partisipasi aktif warga dibutuhkan untuk mendeteksi serta melaporkan titik api sejak dini. Laporan cepat dari masyarakat memberi aparat waktu lebih panjang mencegah api membesar.
Kekuatan terbesar bangsa Indonesia, menurut Rony, terletak pada persatuan dan gotong royong. Dua hal itu disebutnya sebagai modal sosial yang harus dijaga di tengah berbagai persoalan lapangan.
Audiensi di Mapolda Sumsel diharapkan memperkokoh sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi lintas lembaga itu diproyeksikan membentuk sistem pencegahan karhutla yang terpadu, responsif, dan berkelanjutan.
Kunjungan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 ke Palembang menjadi bagian dari kegiatan edukasi perwira siswa. Kapolda Sumsel memanfaatkan forum itu untuk memaparkan pendekatan pencegahan yang menekankan koordinasi dan kemitraan dengan warga.