PALEMBANG — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis menyatakan sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah pada dasarian I November 2026. Namun, sejumlah daerah masih berpotensi curah hujan rendah.
Wilayah sisi barat Sumsel tercatat sudah lebih dulu masuk musim hujan sejak periode awal November 2026. Sementara daerah lain baru menuju peralihan.
Prediksi BMKG menempatkan peluang curah hujan rendah 0-50 milimeter dengan probabilitas hingga 60% di sebagian besar Ogan Komering Ilir (OKI) dan OKU Selatan. Wilayah lain yang masuk kategori sama adalah bagian utara Ogan Ilir, bagian selatan OKU Timur, serta bagian tenggara OKU.
Sebagian kecil Muara Enim bagian selatan dan Empat Lawang juga masuk daftar berpeluang curah hujan rendah. Warga di kabupaten-kabupaten ini diminta tidak menganggap remeh perubahan cuaca mendadak.
Sementara sebagian kecil Musi Rawas Utara bagian timur, Musi Rawas bagian utara, dan Musi Banyuasin bagian barat berpeluang curah hujan menengah 51-150 milimeter.
Dinamika atmosfer masih kurang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar Indonesia. Pada dasarian II Oktober, indeks ENSO tiga bulanan tercatat +3,05 yang menunjukkan kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat.
Kondisi itu menjelaskan mengapa sejumlah wilayah Sumsel belum serentak diguyur hujan meski sudah masuk periode peralihan. Awan hujan sulit terbentuk di banyak titik.
Pada dasarian II Oktober 2026, sebagian besar wilayah Sumsel mengalami curah hujan kategori menengah 50-150 milimeter. Sejumlah wilayah seperti sebagian besar Palembang, Banyuasin bagian selatan, Prabumulih, sebagian besar Ogan Ilir, dan sebagian besar OKU masih curah hujan rendah.
Curah hujan tertinggi periode itu tercatat di Pos Hujan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, dengan total 180 milimeter. Hari tanpa hujan terpanjang di Kecamatan Sumber Harta, Musi Rawas, selama tiga hari.
"Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi sedang memasuki periode peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan. Beberapa wilayah di sisi barat Sumatera Selatan sudah mengalami musim hujan yang dimulai pada periode awal November 2026," kata Wandayantolis, Minggu (1/11/2026).
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim. Hujan yang turun tiba-tiba dapat disertai petir dan angin kencang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak selama periode peralihan musim," ujar Wandayantolis.
Warga di wilayah berpeluang curah hujan rendah diminta menyiapkan air dan mengantisipasi kekeringan jangka pendek. Sementara warga di sisi barat Sumsel yang sudah masuk musim hujan perlu mewaspadai genangan dan pohon tumbang akibat angin kencang.