PALEMBANG — BMKG merinci prakiraan cuaca Sumsel per kabupaten dan kota untuk hari ini. Hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian besar wilayah, sementara beberapa daerah lain justru diselimuti udara kabur.
Suhu udara di wilayah-wilayah tersebut bergerak di kisaran 23–31 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat tinggi, mencapai 65–98 persen, sehingga udara terasa lembap sepanjang hari.
Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hujan ringan diperkirakan turun dengan suhu berkisar 23–30 derajat Celsius. Kelembapan di wilayah ini mencapai 72–98 persen.
Warga OKU yang hendak beraktivitas di luar ruang sebaiknya menyiapkan jas hujan atau payung. Jalanan berpotensi licin saat hujan turun, terutama di jalur lintas yang ramai kendaraan.
Berbeda dari OKU, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) justru diprakirakan dilanda udara kabur. Suhu di wilayah ini berkisar 24–31 derajat Celsius dengan kelembapan 65–98 persen.
Kondisi udara kabur bisa mengganggu jarak pandang, khususnya bagi pengendara yang melintasi jalur lintas timur Sumsel. Pengguna kendaraan diminta menyalakan lampu dan menjaga kecepatan saat berkendara.
Palembang termasuk wilayah yang diperkirakan mengalami udara kabur pada 1 November 2026. Selain Palembang, hujan ringan berpotensi turun di 13 daerah lain di Sumsel.
Daftar wilayah tersebut mencakup kabupaten dan kota yang tersebar dari bagian barat hingga timur provinsi. BMKG memperbarui prakiraan ini setiap hari melalui laman resminya.
Warga diminta memantau informasi cuaca terbaru sebelum bepergian. Perubahan kondisi atmosfer bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan awal.
Kelembapan udara yang menyentuh 98 persen di sejumlah daerah menandakan kandungan uap air di atmosfer cukup tinggi. Kondisi ini lazim memicu hujan susulan pada sore atau malam hari.
Di kawasan rawan genangan seperti kawasan rendah Palembang, warga perlu mengantisipasi bila hujan turun lebih deras dari prakiraan. Saluran air yang tersumbat kerap memperparah genangan saat hujan ringan sekalipun.
BMKG menegaskan prakiraan ini bersifat umum dan bisa berbeda antardaerah. Masyarakat disarankan mengecek pembaruan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG.