Nvidia Jajaki Jaminan Utang untuk Data Center AI Nscale di Virginia Barat

Penulis: Fauzan Akbar  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:38:31 WIB
Nvidia menjajaki skema residual value guarantee untuk pembangunan data center AI milik Nscale di Virginia Barat.

SUMATERA SELATAN — Nvidia tengah bernegosiasi menanggung miliaran dolar utang untuk pembangunan data center AI milik Nscale di Virginia Barat, proyek yang telah dikontrak Anthropic senilai USD 44,6 miliar untuk gedung pertamanya. Skema residual value guarantee ini akan membuat Nvidia mengambil alih fasilitas sementara jika Nscale gagal bayar konstruksi, sebelum mencari pembeli dan penyewa baru. Langkah tersebut menandai keterlibatan produsen chip itu merambah pembiayaan konstruksi, bukan sekadar sewa dan pembelian chip.

Nscale berupaya melantai di bursa dengan valuasi hingga USD 35 miliar, meski kapasitas komputasi yang beroperasi baru sekitar 25.000 chip AI canggih per Agustus. Angka itu jauh dari target hampir 500.000 chip yang ingin dipasang perseroan. Kesenjangan antara rencana dan realisasi inilah yang membuat jaminan Nvidia menjadi krusial bagi kelangsungan proyek.

Apa Isi Perjanjian yang Sedang Dibahas

Skema yang dirundingkan adalah residual value guarantee. Jika Nscale gagal memenuhi pembayaran konstruksi, Nvidia akan masuk sementara mengambil alih fasilitas, lalu membantu mencari pembeli dan penyewa pengganti. Menurut laporan The Information yang dikonfirmasi Bloomberg, jaminan ini menyasar biaya listrik dan konstruksi kampus Virginia Barat.

Dukungan Nvidia sebelumnya untuk penyedia cloud umumnya hanya mencakup sewa dan pembelian chip, bukan pembangunan fisik. Perluasan cakupan ini menunjukkan betapa keras industri AI berupaya menjaga rencana ekspansi tetap berjalan di tengah kekhawatiran investor soal besarnya belanja modal.

Skala Kontrak Anthropic dan Chip Vera Rubin

Kontrak Anthropic dengan Nscale mencakup gedung pertama berkapasitas 460 megawatt di kampus Virginia Barat. Fasilitas itu dijadwalkan memakai chip generasi berikutnya, Vera Rubin. Kedua perusahaan juga membahas kesepakatan kedua senilai sekitar USD 45 miliar untuk gedung lain.

Anthropic termasuk pembeli daya komputasi AI terbesar dan menyebar belanja infrastrukturnya ke beberapa produsen chip. Seorang investor menyebut keterlibatan Anthropic kemungkinan menjadi alasan utama Nvidia ingin memastikan proyek Nscale tidak tersendat.

Riwayat Dukungan Finansial Nvidia

Nvidia tercatat telah menyalurkan sekitar USD 170 miliar dalam bentuk investasi dan dukungan kredit kepada neocloud serta pelanggan besar. Paket itu mencakup USD 1 miliar pembiayaan konversi yang dikomitmenkan untuk Nscale pada September.

Neocloud, penyedia daya komputasi AI yang menyewa tanpa bisnis inti bermodal besar, kini tertekan. Saham CoreWeave, Nebius, dan IREN masing-masing turun lebih dari 30% sepanjang Oktober hingga pekan lalu, menurut laporan CNBC.

Kendala di Lapangan dan Sinyal Pasar

Nscale belum mulus mengeksekusi proyeknya. Limpasan dari lokasi konstruksi di Virginia Barat sempat membanjiri rumah warga lebih dari sekali. Setelah negosiasi berbulan-bulan, proyek itu meraih sertifikasi negara bagian pada September.

Bulan ini Microsoft mundur dari rencana situs Nscale di Inggris setelah pasokan listrik jaringan baru tersedia pada 2030-an. Tekanan juga datang dari sisi Anthropic, yang baru mengajukan diri untuk go public pekan ini. Blackstone memperingatkan Anthropic berpotensi menerima peringkat kredit di bawah investment grade setelah IPO, yang akan menaikkan biaya pinjaman dan mendorongnya tetap bergantung pada mitra yang lebih kuat.

Bagi pasar teknologi global, pembicaraan ini memperlihatkan pergeseran peran produsen chip dari pemasok komponen menjadi penjamin risiko proyek pelanggannya. Jika skema serupa menular ke rantai pasok AI di Asia, termasuk pusat data di Indonesia dan Asia Tenggara, model pembiayaan infrastruktur komputasi berpotensi berubah signifikan.

Reporter: Fauzan Akbar
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top