SUMATERA SELATAN — Boom Panadda, Miss Thailand 2000, mengumumkan perceraiannya dari God Atip, miliuner properti yang juga binaragawan ternama. Dalam konferensi pers yang penuh air mata, ia membeberkan dugaan perselingkuhan, pengambilan uang miliaran rupiah dari brankas, hingga tekanan utang yang membuatnya memilih membesarkan kedua putranya sendiri.
Boom Panadda memutuskan mengakhiri rumah tangganya dengan God Atip setelah hampir tiga tahun menikah. Pengumuman itu disampaikan langsung lewat konferensi pers yang digelar secara mendadak, dan di sana ia tak mampu membendung tangis saat menyebut nama kedua putranya, Alex dan Arthur.
Konflik rumah tangga mereka bukan perkara sederhana. Ada tuduhan perselingkuhan, uang ratusan juta yang raib dari brankas, sampai ancaman pemerasan dari orang yang selama ini ia percaya.
Menurut Boom, retaknya pernikahan mulai terasa sejak 2024. Saat itu ia sedang mengandung putra mereka, Alex. Di masa-masa akhir kehamilan, ia mendapati suaminya mengajak putri seorang asisten rumah tangga—gadis berusia 17 tahun—pergi minum bir.
God Atip diduga menjalin hubungan dengan gadis tersebut dan menanggung kebutuhan finansialnya. Sejak kejadian itu, Boom dan God memilih hidup terpisah. Namun demi anak-anak, selama dua tahun terakhir Boom tetap menampilkan citra keluarga utuh di depan publik dan media.
Persoalan bertambah rumit. Boom belakangan mengetahui suaminya diduga menjalin hubungan dengan wanita lain. Yang membuatnya syok, wanita itu adalah teman dekat yang sudah lama bekerja bersamanya.
Wanita tersebut, menurut Boom, diam-diam merekam pertengkaran antara dirinya dan God. Rekaman itu lalu diancam akan disebarkan secara online untuk memfitnah Boom seolah-olah dialah yang berselingkuh.
Dalam konferensi pers, Boom juga menuduh God mengambil uang 7 juta baht atau sekitar Rp 3,7 miliar dari brankas mereka. Uang itu merupakan hadiah tunai dari sebuah merek sabun ternama untuk merayakan kelahiran Alex dan Arthur.
Saat Boom meminta penjelasan, suaminya hanya menjawab singkat: "Semuanya sudah habis." Sejak itu, sejumlah kreditur terus menghubunginya untuk menagih utang.
Pada 12 Oktober, God diduga menelepon Boom dan meminta uang 12 juta baht atau sekitar Rp 6,4 miliar. Boom menolak tegas meski sang suami terus mendesak. Ia mengaku merasa dijadikan mesin ATM oleh suaminya sendiri.
Selasa lalu, God yang dulu dikenal kaya raya diduga menyelinap ke rumah mereka dan mencoba membuka brankas. Upayanya gagal karena Boom sudah mengganti kombinasi kode. Melihat suaminya mengaduk-aduk dokumen, Boom memutuskan membawa anak-anak menginap di hotel.
Pada 13 Oktober, God diduga membawa Alex dan Arthur keluar rumah tanpa memberi tahu Boom. Ia meminta bantuan aktor Num Kanchai untuk melacak keberadaan anak-anaknya. Boom akhirnya mengetahui mereka dibawa ke tempat pencucian mobil milik God—bisnis yang ternyata didirikan suaminya tanpa sepengetahuannya.
Boom menyatakan akan membesarkan kedua putranya seorang diri. Ia tidak ingin Alex dan Arthur tumbuh di lingkungan yang dikelilingi penagih utang dan konflik keuangan.
Boom Panadda memenangkan gelar Miss Thailand pada usia 24 tahun. Kemenangan itu membuka jalan kariernya di dunia hiburan lewat sejumlah drama televisi seperti Law-less dan Ton Ruk Dok Ngiew. Sementara God Atip dikenal sebagai jutawan properti dan binaragawan, kini menjabat direktur di satu perusahaan serta pemegang saham di tiga perusahaan lain.
Keduanya bertemu saat Boom mewawancarai God. Seorang teman God menjadi perantara dan mengungkap bahwa sang jutawan sudah lama mengagumi Boom. Pada Hari Valentine 2021, God memberikan sebidang tanah sebagai hadiah. Setahun kemudian ia membelikan mobil untuk Boom. November 2022, mereka menikah secara tertutup dan sederhana.
Kisah Boom dan God jadi pengingat bahwa kekayaan bukan jaminan rumah tangga aman. Yang paling penting adalah keberanian mengambil keputusan demi keselamatan dan masa depan anak-anak.